Pages

Senin, 22 Juli 2013

MUSEUM PURO PAKUALAMAN YOGYAKARTA

Image sebagai kota budaya sudah begitu lekat dengan Yogyakarta. Aura ini juga didukung oleh berbagai museum dan peninggalan budaya yang   pernak pernik di setiap sudut kota Yogyakarta, dan salah satunya adalah Museum Puro Pakualaman. Museum ini berada di bawah naungan Bebadan Museum Puro Pakualaman, diresmikan pada tanggal 29 januari 1981, bertempat di kompleks Puro Pakualaman, berjarak 2 km dari Malioboro kea rah timur.
 Seluruh koleksi dibagi dalam 3 bagian ruangan di bagian depan sebelah timur kompleks istana Puro Pakualaman. Melalui regol Wiwara Kusuma ( berhiaskan lambang mahkota Praja Pakualaman dan tanaman lung lungan ), dan pintu inilah yang menyambut pengunjung memasuki Museum Puro Pakualaman.
Dibangun pada tanggal 7 agustus 1884 pada masa pemerintahan Paku alam V, ditandai dengan tulisan berhuruf jawa , wiwara kusuma winayang reksa,  regol ini menjadi symbol pengayoman, keadilan dan kebijaksanaan.
Seperangkat singgasana Pangeran Adipati Praja Paku alaman, terdiri atas dua kursi kebesaran dan sebuah meja bundar berhiaskan ukiran dengan sentuhan warna merah dan kuning keemasan yang merupakan koleksi sangat indah di Museum ini. Selain itu, dipamerkan juga sepasang cempuri, (tempat sirih ),kecohan, sebuah songsong ( payung ) Tanggul naga, dan seperangkat singgasana.
Koleksi lainnya adalah sebilah keris dengan dapur Tanggung Blambangan dan dua keris berukuran besar ( yang diberi nama kombakarna dan dasamuka ) karya insinyur Belanda. Juga ada berbagai senjata di zaman VOC berbentuk karabin berlaras panjang dan pendek , kaliber besar dan kecil, beserta tempat peluru dan sangkur, serta berbagai senjata tusuk dan tajam yang merupakan koleksi yang membawa kita mengingat pada kekuasaa VOC.
Berbagai busana kelengkapan Puro Pakualaman menjadi bagian koleksi museum juga, antara lain busana prajurit plangkir, abdi dalem, Pangeran Adipati Praja Pakualaman, Permaisuri Pangeran Adipati Praja Pakualaman, dan busana Bedoyo Samgita Hasta. Benda koleksi lain berupa rebab kuno peninggalan Sri Puro Paku Alam VII dan kereta kebesaran untuk upacara resmi keprajaan.
Museum ini terletak di jalan Sultan Agung Yogyakarta, telp 0274- 372161. Museum buka hari seni n- kamis pukul 08.00 – 13.00 WIB, hari jumat buka pukul 08.00 – 11.00 WIB, dan sabtu, minggu pukul 08.00 – 13.00 WIB.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar