Pages

Kamis, 27 Juni 2013

LUBANG BUAYA JAKARTA


Pada 1 Oktober 1965 telah terjadi penculikan dan pembunuhan enam orang jenderal dan seorang perwira pertama AD yang kemudian dimasukkan ke sebuah sumur tua di desa Lubang Buaya, Pondokgede oleh pasukan militer G30S. Pasukan ini berada di bawah pimpinan Letkol Untung, Komandan Batalion I Resimen Cakrabirawa, pasukan pengawal Presiden.
Pada 4 Oktober 1965, ketika dilakukan penggalian jenazah para jenderal di Lubang Buaya, Mayjen Suharto, Panglima Kostrad menyampaikan pidato yang disiarkan luas yang menyatakan bahwa para jenderal telah dianiaya sangat kejam dan biadab sebelum ditembak. Dikatakan olehnya bahwa hal itu terbukti dari bilur-bilur luka di seluruh tubuh para korban. Di samping itu Suharto juga menuduh, Lubang Buaya berada di kawasan PAU Halim Perdanakusuma, tempat latihan sukarelawan Pemuda Rakyat dan Gerwani. Perlu disebutkan bahwa Lubang Buaya terletak di wilayah milik Kodam Jaya. Di samping itu disiarkan secara luas foto-foto dan film jenazah yang telah rusak yang begitu mudah menimbulkan kepercayaan tentang penganiayaan biadab itu. Hal itu diliput oleh media massa yang telah dikuasai AD, yakni RRI dan TVRI serta koran milik AD Angkatan Bersendjata dan Berita Yudha. Sementara seluruh media massa lain dilarang terbit sejak 2 Oktober.
Jadi sudah pada 4 Oktober itu Suharto menuduh AURI, Pemuda Rakyat dan Gerwani bersangkutan dengan kejadian di Lubang Buaya. Selanjutnya telah dipersiapkan skenario yang telah digodok dalam badan intelijen militer untuk melakukan propaganda hitam terhadap PKI secara besar-besaran dan serentak. Dilukiskan terdapat kerjasama erat dan serasi antara Pemuda Rakyat dan Gerwani serta anggota ormas PKI lainnya dalam melakukan penyiksaan para jenderal dengan menyeret, menendang, memukul, mengepruk, meludahi, menghina, menusuk-nusuk dengan pisau, menoreh silet ke mukanya. Dan puncaknya kaum perempuan Gerwani itu dilukiskan sebagai telah kerasukan setan, menari-nari telanjang yang disebut tarian harum bunga, sambil menyanyikan lagu Genjer-genjer, lalu mecungkil mata korban, menyilet kemaluan mereka, dan memasukkan potongan kemaluan itu ke mulutnya….
Maaf pembaca, itu semua bukan lukisan saya tapi hal itu bisa kita baca dalam koran-koran Orba milik AD yang kemudian dikutip oleh media massa lain yang boleh terbit lagi pada 6 Oktober dengan catatan harus membebek sang penguasa serta buku-buku Orba. Lukisan itu pun bisa kita dapati dalam buku Soegiarso Soerojo, pendiri koran AB, yang diterbitkan sudah pada 1988, .Siapa Menabur Angin Akan Menuai Badai. Anda juga dapat menikmatinya dalam buku Arswendo Atmowiloto yang direstui oleh pihak AD, Pengkhianatan G30S/PKI, yang dipuji sebagai transkrip novel yang bagus dari film skenario Arifin C Noer dengan judul yang sama yang wajib ditonton oleh rakyat dan anak sekolah khususnya selama bertahun-tahun. Dan jangan lupa, fitnah ini diabadikan dalam diorama pada apa yang disebut Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya. Meski monumen ini berisi fitnah, tapi kelak jangan sampai dihancurkan, tambahkanlah satu plakat yang mudah dibaca khalayak: “Di sini berdiri monumen kebohongan perzinahan politik”, agar kita semua belajar bahwa pernah terjadi suatu rezim menghalalkan segala cara untuk menopang kekuasaannya dengan fitnah paling kotor dan keji pun. Penghormatan terhadap para jenderal yang dibunuh itu ditunggangi Suharto dengan fitnah demikian.
Fitnah hitam dongeng horor itu semua bertentangan dengan hasil visum et repertum tim dokter yang dilakukan atas perintah Jenderal Suharto sendiri yang diserahkan kepadanya pada 5 Oktober 1965, bahwa tidak ada tanda-tanda penyiksaan biadab, mata dan kemaluan korban dalam keadaan utuh. Laporan resmi tim dokter itu sama sekali diabaikan dan tak pernah diumumkan.
Kampanye hitam terhadap PKI terus-menerus dilakukan secara berkesinambungan selama bertahun-tahun tanpa jeda. Dalil intelijen menyatakan bahwa kebohongan yang terus-menerus disampaikan akhirnya dianggap sebagai kebenaran. Bahkan sampai dewasa ini pun, ketika informasi sudah dapat diperloleh secara bebas terbuka, fitnah itu masih dimamahbiak oleh sementara kalangan seperti buta informasi.
Apa tujuan kampanye hitam fitnah itu? Hal ini dimaksudkan untuk mematangkan situasi, membangkitkan emosi rakyat umumnya dan kaum agama khususnya menuju ke pembantaian massal para anggota PKI dan yang dituduh PKI sesuai dengan doktrin membasmi sampai ke akar-akarnya. Dengan gencarnya kampanye hitam itu, maka telah berkembang biak dengan berbagai peristiwa di daerah dengan kreatifitas dan imajinasi para penguasa setempat. Selama kurun waktu 1965-1966 jika di pekarangan rumah seseorang ada lubang, misalnya untuk dipersiapkan menanam sesuatu atau sumur tua tak terpakai, apalagi jika si pemilik dicurigai sebagai orang PKI, maka serta-merta ia dapat ditangkap, ditahan dan bahkan dibunuh dengan tuduhan telah mempersiapkan “lubang buaya” untuk mengubur jenderal, ulama atau dan tokoh-tokoh lawan politik PKI setempat. Dongeng tersebut masih dihidup-hidupkan sampai saat ini.
Segala macam dongeng fitnah busuk berupa temuan “lubang buaya” yang dipersiapkan PKI dan konco-konconya untuk mengubur lawan-lawan politiknya ini bertaburan di banyak berita koran 1965-1966 dan terekam juga dalam sejumlah buku termasuk buku yang ditulis Jenderal Nasution, yang dianggap sebagai peristiwa dan fakta sejarah, bahkan selalu dilengkapi dengan apa yang disebut “daftar maut” meskipun keduanya tak pernah dibuktikan sebagai kejadian sejarah maupun bukti di pengadilan.
Seorang petani bernama Slamet, anggota BTI yang tinggal di pelosok dusun di Jawa Tengah yang jauh dari jangkauan warta berita suatu kali mempersiapkan enam lubang untuk menanam pisang di pekarangannya. Suatu siang datang sejumlah polisi dan tentara dengan serombongan pemuda yang menggelandang dirinya ketika ia sedang menggali lubang keenam. Tuduhannya ia tertangkap basah sedang mempersiapkan lubang untuk mengubur Pak Lurah dan para pejabat setempat. Dalam interogasi terjadi percakapan seperti di bawah.
“Kamu sedang mempersiapkan lubang buaya untuk mengubur musuh-musuhmu!”
“Lho kulo niki bade nandur pisang, lubang boyo niku nopo to Pak?” [saya sedang hendak menanam pisang, lubang buaya itu apa Pak?]
“Lubang boyo iku yo lubange boyo sing ana boyone PKI!” [lubang buaya itu lubang yang ada buaya milik PKI]. Baik pesakitan yang bernama Slamet maupun polisi yang memeriksanya tidak tahu apa sebenarnya lubang buaya itu, mereka tidak tahu bahwa Lubang Buaya itu nama sebuah desa di Pondokgede, Jakarta.
Dikiranya di situ lubang yang benar-benar ada buayanya milik PKI. Ini bukan anekdot tetapi kenyataan pahit, si Slamet akhirnya tidak selamat alias dibunuh karena adanya “bukti telak” terhadap tuduhan tak terbantahkan

MASJID ISTIQLAL JAKARTA


 
Sejarah Berdiri Masjid Istiqlal Jakarta- Setelah sebelumnya Kumpulan Sejarah memberikan informasi tentang Sejarah Monas, kali ini Kumpulan Sejarah akan mengulas mengenai Sejarah Masjid Istiqlal yang menjadi kebanggaan masyarakat Jakarta. Berikut informasi selengkapnya. Masjid Istiqlal ialah masjid terbesar di Asia Tenggara. Sebagai rasa syukur atas kemerdekaan yang diperoleh republik Indonesia masjid Istiqlal dapat kita artikan Merdeka.
Sejarah Berdiri Masjid Istiqlal Jakarta
Ide Pendirian Masjid

Ide pembangunan masjid tercetus setelah empat tahun proklamasi kemerdekaan. Pada tahun 1950, KH. Wahid Hasyim yang waktu itu menjabat sebagai Menteri Agama RI dan H. Anwar Tjokroaminoto dari Partai Syarikat Islam mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh Islam di Deca Park, sebuah gedung pertemuan di jalan Merdeka Utara, tidak jauh dari Istana Merdeka. Pertemuan dipimpin oleh  KH. Taufiqurrahman, yang membahas rencana pembangunan masjid.

Gedung pertemuan yang bersebelahan dengan Istana Merdeka itu, kini tinggal sejarah. Deca Park dan beberapa gedung lainnya tergusur saat proyek pembangunan Monumen Nasional (Monas) dimulai.

Masjid tersebut disepakati akan diberi nama Istiqlal. Secara harfiah, kata Istiqlal berasal dari bahasa Arab yang berarti: kebebasan, lepas atau kemerdekaan, yang secara istilah menggambarkan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat berupa kemerdekaan bangsa.
Pembentukan Panitia

Pada pertemuan di gedung Deca Park tersebut, secara mufakat disepakati H. Anwar Tjokroaminoto sebagai ketua Yayasan Masjid Istiqlal. Beliau juga ditunjuk secara mufakat sebagai ketua panitia pembangunan Masjid Istiqlal, meskipun beliau terlambat hadir karena baru kembali ke tanah air setelah bertugas sebagai delegasi Indonesia ke Jepang membicarakan masalah pampasan perang saat itu.

Pada tahun 1953, Panita Pembangunan Masjid Istiqlal, melaporkan rencana pembangunan masjid itu kepada kepala negara. Presiden Soekarno menyambut baik rencana tersebut, bahkan akan membantu sepenuhnya pembangunan Masjid Istiqlal. Kemudian Yayasan Masjid Istiqlal disahkan dihadapan notaris Elisa Pondag pada tanggal 7 Desember 1954.

Presiden Soekarno mulai aktif dalam proyek pembangunan Masjid Istiqlal sejak beliau ditunjuk sebagai Ketua Dewan Juri dalam Sayembara maket Masjid Istiqlal yang diumumkan melalui surat kabar dan media lainnya pada tanggal 22 Pebruari 1955. Melalui pengumuman tersebut, para arsitek baik perorangan maupun kelembagaan diundang untuk turut serta dalam sayembara itu.
Penentuan Lokasi

Terjadi perbedaan pendapat mengenai rencana lokasi pembangunan Masjid Istiqlal. Ir.H. Mohammad Hatta (Wakil Presiden RI) berpendapat bahwa lokasi yang paling tepat untuk pembangunan Masjid Istiqlal tersebut adalah di Jl. Moh. Husni Thamrin yang kini menjadi lokasi Hotel Indonesia. Dengan pertimbangan lokasi tersebut berada di lingkungan masyarakat Muslim dan waktu itu belum ada bangunan di atasnya.

Sementara itu, Ir. Soekarno (Presiden RI) mengusulkan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal di Taman Wilhelmina, yang di bawahnya terdapat reruntuhan benteng Belanda dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan pemerintah dan pusat-pusat perdagangan serta dekat dengan Istana Merdeka. Hal ini sesuai dengan simbol kekuasaan kraton di Jawa dan daerah-daerah di Indonesia bahwa masjid selalu berdekatan dengan kraton.

Pendapat H. Moh. Hatta tersebut akan lebih hemat karena tidak akan mengeluarkan biaya untuk penggusuran bangunan-bangunan yang ada di atas dan di  sekitar lokasi. Namun, setelah dilakukan musyawarah, akhirnya ditetapkan lokasi pembangunan Masjid Istiqlal di Taman Wilhelmina bekas benteng Belanda.

Sayembara Maket

Dewan Juri sayembara maket Masjid Istiqlal, terdiri dari para Arsitek dan Ulama terkenal. Susunan Dewan Juri adalah Presiden Soekarno sebagai ketua, dengan anggotanya Ir. Roeseno, Ir. Djuanda, Ir. Suwardi, Ir. R. Ukar Bratakusumah, Rd. Soeratmoko, H. Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA), H. Abu Bakar Aceh, dan Oemar Husein Amin.

Sayembara berlangsung mulai tanggal 22 Februari 1955 sampai dengan 30 Mei 1955. Sambutan masyarakat sangat menggembirakan, tergambar dari banyaknya peminat hingga mencapai 30 peserta. Dari jumlah tersebut, terdapat 27 peserta yang menyerahkan sketsa dan maketnya, dan hanya 22 peserta yang memenuhi persyaratan lomba.

Setelah dewan juri menilai dan mengevaluasi, akhirnya ditetapkanlah 5 (lima) peserta sebagai nominator. Lima peserta tersebut adalah:
  1. Pemenang Pertama: Fredrerich Silaban dengan disain bersandi “KETUHANAN”
  2. Pemenang Kedua: R. Utoyo dengan disain bersandi “ISTIGFAR”
  3. Pemenang Ketiga: Hans Gronewegen dengan disain bersandi “SALAM”
  4. Pemenang Keempat: 5 orang mahasiswa ITB dengan disain bersandi “ILHAM”
  5. Pemenang Kelima: adalah 3 orang mahasiswa ITB dengan disain bersandi “KHATULISTIWA” dan NV. Associatie dengan sandi “LIMA ARAB”
Pada tanggal 5 Juli 1955, Dewan Juri menetapkan F. Silaban sebagai pemenang pertama. Penetapan tersebut dilakukan di Istana Merdeka, sekaligus menganugerahkan sebuah medali emas 75 gram dan uang Rp. 25.000. Pemenang kedua, ketiga, dan keempat diberikan hadiah. Dan seluruh peserta mendapat sertifikat penghargaan.

Pemasangan Tiang Pancang


Pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden Ir. Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1961 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, disaksikan oleh ribuan ummat Islam.


Selanjutnya pelaksanaan pembangunan masjid ini tidak berjalan lancar. Sejak direncanakan pada tahun 1950 sampai dengan 1965 tidak mengalami banyak kemajuan. Proyek ini tersendat, karena situasi politik yang kurang kondusif.

Pada masa itu, berlaku demokrasi parlementer, partai-partai politik saling bertikai untuk memperjuangkan kepentingannya masing-masing. Kondisi ini memuncak pada tahun 1965 saat meletus peristiwa G30S/PKI, sehingga pembangunan masjid terhenti sama sekali.

Setelah situasi politik mereda,pada tahun 1966, Menteri Agama KH. M. Dahlan mempelopori kembali pembangunan masjid ini. Kepengurusan dipegang oleh KH. Idham Chalid yang bertindak sebagai Koordinator Panitia Nasional Pembangunan Masjid Istiqlal.

Peresmian

Tujuh belas tahun kemudian, Masjid Istiqlal selesai dibangun. Dimulai pada tanggal 24 Agustus 1961, dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978, ditandai dengan prasasti yang dipasang di area tangga pintu As-Salam.

Konstruksi Bangunan:
  1. Tiang pancang seluruhnya 5.138 tiang, termasuk 180 tiang pada gedung pendahuluan.
  2. Seluruh Bangunan, konstruksi Beton Bertulang.
  3. Lantai dan dinding baik dalam maupun luar seluruhnya terbuat dari Marmer, kecuali lantai teras raksasa.
  4. Plafond  seluruhnya yaitu balkon, borde tangga, jendela, terawang, lisplank, kusen, dan tempat wudlu seluruhnya terbuat dari stainles steel, seberat 377 ton.
  5. Kubah bebrbentuk setengah bola dengan fasilitas:
    • Kerangk polyhendra eks Jerman Barat
    • Konstruksi Beton bertulang garis tengah 45 meter
    • Ditunjang 12 Tiang kolom bergaris tengah 2,5 meter, dihubungkan denga beton ring berukuran 2,45 meter        
    • Dipuncak Kubah dipasang lambang bulan Bintang terbuat dari stainlees steel  tinggi tiang 17 meter,. Bergaris tengah 3 meter, berat seluruhya 2,5 ton.
    • Kubah kecil diatas gedung pendahuluan bergaris tengah 8 meter
    • Menara, letaknya disebelah timur dengan ketinggian 66,66 meter (melambangkan jumlah ayat alquran. Puncak menara dengan ketinggian 30 meter dan berat 28 ton terletak diatas tempat azan.
Bagian Gedung/Bangunan Masjid Istiqlal:
  1.     Gedung Induk/ Utama da Balkon bertingkat lima adalah tempat sholat
  2.     Gedung pendahuluan
  3.     Gedung penghubug
  4.     Teras raksasa di lantai dua, luasnya 19.800 m2.
  5.     Koridor di lantai dua
  6.     Lantai dasar tempat perkantoran, seluas 25.000 m2
  7.     Pintu gerbang masuk areal masjid Istiqlal, terdiri dari;
     -        Sebelah Selatan            : 3 buah

     -        Sebelah Timur              : 1 buah

     -        Sebelah Utara               : 3 buah
Pintu Masuk masjid Istiqlal

Sebelah barat: Pintu Al-malik (Pintu VIP) No 26
Sebelah selatan: Pintu Ar-Rahman (no. 31), Pintu Ar Rozak (no. 14), Pintu Al Ghafar (no.19) 
Tangga masuk gerbang Utama
Jumlah tangga menuju lantai utama sebanyak 11 buah, tiga diantaranya berukuran besar, berfungsi    sebagai tangga utama.
Tiga buah tagga berukuran besar berukuran lebar 15 m
Delapan buah tangga berukuran lebar 3n
Lift khusus penyandang cacat

Bangunan Penunjang Lainnya
Gedung tempat pemotongan hewan Qurban, sebelah Timur masjid seluas 144 m2
Gedung jaga satpam dan Wartel sebelah utara masjid seluas 50 m2.
Pos jaga satpam, disebelah Timur dan Selatan masjid

Sarana dan Prasarana masjid Istiqlal
1. Sarana penunjang kebersihan

-     Tempat wudlu ada 600 kran, dapat melayani 600 jamaah secara bersamaan

-    Kamar mandi dan WC tertutup rapat sebanyak 52 Kamar terdiri atas; Emper Barat dekat menara 12 kamar, Emper Selatan 12 kamar, Emper Timur 28 Kamar

-     Lokasi Urinoir ada dua tempat yang dapat menampung kurang lebih 80 Orang

-     Sumur Artetis ada tiga buah untuk penyediaan air bersih, berkapasitas 600 liter permenit

-  Air Pam untuk penyediaan air bersih, berkapasitas 0,117 m3 permenit atau perbulan berkapasitas5,065 M3.
2. Sarana penerangan

- Sarana penerangan listrik bekerjasama dengan PLN, dilengkapi 1 gardu berkapasitas 1.730 KVA. Untuk menagglangi pemadaman arus listrik dari PLN disediakan 3 buah generator: 2 buah berkekuatan 100 KVA, dan 1 buah berkekuatan 500 KVA.
  1.     Daya yang terpakai rata-rata 151,32 KVA = 151.320 Watt
  2.     AC central 330 unit dengan kapasitas 10.110 KVA
  3.     Lampu TL sebanyak 5.325 Unit = 213 KVA/213.000 Watt
3. Sarana Penunjang Kemanan

-    Metal detektor untuk ceking benda terlarang di dalam badan dan juga barang bawaan.

-    Miror detektor untuk ceking benda terlarang didalam mobil

-  Security door khusus untuk ceking benda terlarang yang mungkin ada pada badan/ pakaian seseorang

-    HT yang digunakan untuk komunikasi petugas satpam.

Daya Tampung Masjid

Untuk shalat berjamaah seluruhnya dapat menampung 200.000 jamaah dengan rincian;

- Gedung Induk/Utama : 61.000 jamaah

- Gedung Pendahuluan  :   8.000 jamaah

- Teras raksasa               : 50.000 jamaah

- Koridor dan tempat ainya   : 81.000 jamaah

Daya tampung pelataran parkir, dapat menampung 800 kendaraan.

Perkantoran, Ruag sidang, Ruang tunggu, Ruang Pelaksana teknis lainnya menempati lantaidasar seluas 25.000 M2.
  1.     Kantor badan pelaksana pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI)
  2.     Lembaga kegamaan yang berkantor di masjid istiqlal;
-         Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat

-         Dewan masjid Indonesia (DMI) pusat

-         Dewan penseht pembinaan dan pelestarian perkawinan Pusat (BP4) Pusat

-         Badan komunikasi pemuda remaja masjid Indonesia (BKPRMI)

-         Lembaga pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) tingkat nasional

-         Pusat perpustakan Islam Indonesia (PPII)

-         Terjemah Alquran selama 40 jam

-         Badan pembina Rohani islam (BABINROHIS)

-         Himpunan Seni dan Budaya Islam (HSBI)

-         Ikatan persaudaraan Qori Qoriah hafiz hafizah Indonesia (IPQOH)

-         Kantor tabloid jum’at

-         Badan musyawarah Organisasi Islam wanita Indonesia (BMOIWI)

-         Kantor Sekertariat majelis Ilmuan Muslim Muslimah sedunia Cabang Indonesia
  1.     Ruang sidang dan aula salah satunya berukuran 18 x 24 m
  2.     Ruang tunggu khusus VIP
  3.     Unit pelaksana teknis masjid Istiqlal
-         Perpustakaan masjid Istiqlal

-         Koperasi masjid Istiqlal

-         Pramuka masjid Istiqlal

-         Taman kanak-kanak masji Istiqlal

-         Pengajian

-         Poliklinik Masjid Istiqlal

-         KBIH masjid Istiqlal

Bedug dan Kaligrafi
Bedug masjid Istiqlal terbear di Indonesia, dengan ukuran;

- Garis tengah depan 2 meter

- Garis tengah bgian belakang 1,71 meter

- Panjang 3 meter

- Berat 2.30 ton

- Jenis kayu meranti merah dari Kalimantan Timur

Kaligrafi di ruang utama

- Bagian depan ruang mama, sebelah kanan lafaz jalalah (Allah), di ruang surat Thaha ayat ayat 14, dan sebelah kiri lafaz

- Ditengah-tengah lingkaran kubah lafadz ayat Qursi dan Surat Al-Ikhlas.
 
Gambar lainnya :
 

TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL JAKARTA


Sejarah ANCOL (Taman Impian Jaya Ancol)- Sejak awal berdirinya sejak abad ke-17, waktu itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Adriaan Valckenier, memiliki rumah peristirahatan sangat indah di tepi pantai. Seiring perjalanan waktu, kawasan itu kemudian berkembang menjadi tempat wisata. Ancol Taman Impian atau biasa disebut Ancol sudah ditujukan sebagai sebuah kawasan wisata terpadu oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta. Taman Impian Jaya Ancol merupakan sebuah objek wisata di Jakarta Utara. Sebagai komunitas pembaharuan kehidupan masyarakat yang menjadi kebanggaan bangsa. Senantiasa menciptakan lingkungan sosial yang lebih baik melalui sajian hiburan berkualitas yang berunsur seni, budaya dan pengetahuan.
Sejarah ANCOL (Taman Impian Jaya Ancol)
Sejarah ANCOL (Taman Impian Jaya Ancol)
Sayangnya, ketika Perang Dunia II meletus disusul perang kemerdekaan, Ancol terlupakan. Sungai Ciliwung secara leluasa menumpahkan air dan lumpurnya ke sana sehingga mengubah kawasan tersebut menjadi kotor, kumuh, dan berlumpur. Kawasan yang semula cantik, berubah menjadi menyeramkan bagaikan ‘tempat jin buang anak’.

Lalu, muncul usulan agar kawasan itu difungsikan menjadi daerah industri. Namun, usul itu ditolak mentah-mentah oleh Presiden Soekarno. Malah, Bung Karno ingin membangun kawasan itu sebagai daerah wisata. Lewat Keputusan Presiden pada akhir Desember 1965, Bung Karno memerintahkan kepada Gubernur DKI Jaya waktu itu, dr. Soemarno, sebagai pelaksana pembangunan proyek Taman Impian Jaya Ancol. Proyek pembangunan ini baru terlaksana di bawah pimpinan Ali Sadikin yang ketika itu menjadi Gubernur Jakarta. Pembangunan Ancol dilaksanakan oleh PD Pembangunan Jaya di bawah pimpinan Ir. Ciputra.

Sebagai salah satu lokasi tujuan wisata, nama Ancol bukan merupakan nama yang asing bagi warga kota Jakarta. Kawasan wisata pantai yang memiliki beragam fasilitas hiburan ini juga telah dikenal sejak lama bahkan mungkin sebelum masa penjajahan Belanda.

Namun dengan berbagai keterbatasan informasi yang ada, sejarah kawasan ini baru diketahui sejalan dengan terbentuknya kota Batavia abad ke-17.

Secara umum posisi Ancol tidak menguntungkan karena merupakan dataran rendah yang dipenuhi rawa. Meski demikian areal pantainya masih dianggap layak untuk dijadikan tempat tinggal karena letaknya yang landai dan dilindungi oleh gugusan kepulauan seribu, sehingga tidak memungkinkan dilanda amukan ombak laut Jawa.

Di lokasi pantai ini atau tepatnya diujung muara Ancol Vaart (sekarang kali Ancol), pemerintah kolonial Belanda pernah membangun sebuah benteng guna melindungi Batavia dari serangan musuh yang berasal dari laut (tidak ditemukan informasi mengenai tahun serta apakah lokasi benteng yang dimaksud sama dengan sisa benteng tua yang sekarang berada dalam kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol/Ancol Bay).

Selain sisa-sisa benteng, pantai Ancol juga memiliki sebuah bangunan tua bersejarah lain bernama Kelenteng An Xu Da Bo Gong Miao (sekarang Kelenteng Toapekong Ancol/Vihara Ancol. Letaknya didalam kawasan Taman Impian Jaya Ancol). Klenteng ini diperkirakan dibangun tahun 1650 oleh para pengikut Armada Cheng Ho saat berlabuh di kawasan Jakarta.

Pesatnya perkembangan kota Batavia di abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-18 membuat nama Ancol sebagai sebuah pantai yang terletak tidak jauh dari kota Batavia ikut terangkat. Keindahan pantai Ancol yang terkenal sering dimanfaatkan sebagai lokasi peristirahatan oleh penduduk.

Seperti yang pernah diabadikan Johhanes Ranch dalam karya-karya lukisannya tentang Ancol, pada masa itu dengan mudah ditemukan banyak vila-vila peristirahatan berdiri di sekitar pantai ini, bahkan Gubernur Jendral Hindia Belanda Andriaan Valckneir disebut-sebut pernah memiliki tempat peristirahatan di lokasi ini

Sayang, seiring hancurnya iklim kota lama Batavia di akhir abad-18 akibat polusi dan berjangkitnya wabah penyakit, serta adanya eksodus warga Batavia ke wilayah kota baru Weltevreden membuat Ancol mulai ditinggalkan.

Kawasan berawa ini dikatakan sebagai salah satu daerah sumber penyebaran penyakit malaria yang terkenal dan memakan banyak korban jiwa saat itu.

Pada masa kekuasaan imperialisme Jepang dikisahkan, rawa-rawa sekitar Ancol sering dimanfaatkan sebagai ladang eksekusi dan tempat pemakaman warga eropa khususnya Belanda yang berani melawan Jepang (beberapa sumber menuliskan setelah kekalahan Jepang oleh sekutu di perang dunia ke-II, makam-makam tersebut dibongkar dan dipindahkan ke lokasi pemakaman baru. Pemakaman ini sekarang dikenal dengan nama Everald Ancol atau Kuburan Belanda, terletak dalam kompleks Taman Impian Jaya Ancol).

Setelah peristiwa kemerdekaan negara Indonesia tepatnya tahun 1965, presiden pertama Indonesia Soekarno mencetuskan ide untuk mengangkat kembali pamor Ancol dengan menjadikannya sebagai sebuah sarana rekreasi bagi warga Jakarta. Ide ini sempat tertunda pelaksanaannya dan baru dapat diwujudkan saat pemerintahan Jakarta dijabat oleh Ali Sadikin, tahun 1966.

Diawali dengan hadirnya kawasan pantai Bina Ria Ancol yang terkenal dengan teater mobilnya di era 1970-an, kawasan Ancol terus menerus dibenahi.

Tahun 1984, sebuah arena permainan berteknologi tinggi bernama Dunia Fantasi mulai diperkenalkan guna melengkapi fasilitas-fasilitas yang telah ada lebih dulu.

Kini kawasan pantai Ancol tidak lagi dikenal sebagai kawasan terbelakang. Namanya sudah berubah menjadi salah satu kawasan wisata dan hiburan terbaik yang ada di Jakarta.

DUFAN JAKARTA


2.1 Sejarah Dunia Fantasi
Dunia fantasi atau disebut juga Dufan yang diresmikan pada 29 Agustus 1985 adalah tempat hiburan yang terletak di kompleks Taman Impian Jaya Ancol (Ancol taman impian), Jakarta Utara, Indonesia.
Dunia Fantasi memiliki maskot seekor kera bekantan yang bernama Dufan lahir tanggal 29 Agustus 1985.
Dufan merupakan tempat hiburan yang terletak di kompleks Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara dengan luas sekitar 9.5 hektar. Memiliki beraneka macam wahana yang menarik. Selain atraksi permainan, kawasan ini juga memiliki sejumlah restoran dan toko-toko suvenir.
2.2 Mengenal Karakter/Maskot Dunia Fantasi
• Dufan: dunia fantasi
• Dufi
• Kabul: katak gembul
• Bije: bison jenaka
• Garin: garuda indonesia
• Tanit: tapir genit
• Kombi: komodo gembira
• Cili: kancil licik
• Barus: babi rakus
2.3 Berbagai Kawasan di Dunia Fantasi
Dunia Fantasi dibagi dalam beberapa kawasan dengan tema tersendiri dan ciri khas wilayah masing-masing. Pembagian kawasan ini ditujukan untuk membangkitkan imajinasi pengunjung yang diharapkan merasakan sensasi berjalan-jalan pada daerah Jakarta zaman dahulu, Eropa, Amerika, Indonesia, Asia, fantasi Yunani, fantasi hikayat, balara, Eropa dan istabon.
Selain atraksi permainan, kawasan ini juga memiliki sejumlah restoran dan toko-toko suvenir.
Luas Dunia Fantasi mencapai 9,5 hektar (perlu konfirmasi) dari rencana pembangunan 552 hektar kawasan hiburan terpadu Taman Impian Jaya Ancol.
2.3.1 Kawasan Jakarta
• Turangga Rangga : merupakan ciri khas taman permainan di Kawasan Jakarta. Permainan ini berupa sebuah komidi putar.
2.3.2 Kawasan Balada Kera
• Balada Kera : panggung yang menyajikan musik operet karikatural yang diperankan oleh 23 boneka animatronik, berbentuk gorila dan simpanse. Kesemuanya digerakkan dengan teknologi buatan Indonesia.
• Ubangga
• Safari Game
2.3.3 Kawasan Indonesia
• Alap-Alap
• Tornado : wahana ini beroperasi sejak 10 Juni 2007, diresmikan oleh Gubernur Jakarta Sutiyoso dan merupakan wahana paling menegangkan dari semua arena di dufan. Wahana ini juga sangat memacu adrenalin karena cara pengoperasiannya,yaitu saat mulai kita langsung naik keatas lalu kita dijungkir balikkan. Begitu juga saat kita diturunkan juga dijungkir balikkan. Wahana ini paling banyak diminati oleh masyarakat luas, selain memacu adrenalin, wahana ini juga menyenangkan.
2.3.4 Kawasan Eropa
• Beng Beng
• Kicir Kicir : sebuah kincir raksasa yang akan memutar penumpang ke segala arah.
• Panggung Maksima : adalah panggung dimana biasanya para musisi, koreografer serta dramawan terkenal di negeri ini mementaskan karyanya. Artis yang pernah mementaskan karyanya disini, antara lain adalah Guruh Soekarno Putra, N. Riantiarno, Harry Rusli. biasanya setiap hari sabtu sering diadakan acara dufan show acara ini kurang lebih mementaskan 300 artis studio fantasi. beberapa acara yg pernah di adakan di panggung maksima yaitu operet sleeping beauty, putri salju,dufan incredible extravaganza,bon aniversaire dunia fantasi,zabogar,junggle night fantasy,jesus crist superstars,dufan super stars show,opera rama shita legenda masa depan,opera mahabaratha,opera fantasia,dufan dan dufi di dunia mimpi,dufan show ulang tahun ke 18, dufan show lebran, dufan show natal, dufan show sampek engtay,dufan show perang bintang,colour guard show,dan percusion attraction.
2.3.5 Kawasan Fantasi Hikayat
• Burung Tempur
• Perang Bintang : adalah wahana yang dibangun dengan latar lingkungan masa depan. Pengunjung dipersiapkan seakan akan sedang mengarungi angkasa luar dengan menaiki kendaraan semacam piring terbang yang dilengkapi dengan persenjataan laser.
• Hikayat Game
• Rajawali
• Hall rama shita legenda masa depan
2.3.6 Kawasan Fantasi Yunani
Kawasan ini merupakan daya tarik utama dari seluruh wilayah dufan.
Disinilah lokasi permainan yang paling mendebarkan yang mengutamakan
kecepatan, naik turun, menikung tajam, berputar di kumpulkan menjadi satu.
• Halilintar : beroperasi sejak tahun 1987. Dalam satu rangkaian kereta terdapat 6 gerbong, dimana dalam satu gerbong memuat dua baris dan dua kolom tempat duduk. Total kapasitas dalam satu rangkaian kereta adalah 24 penumpang.
• Ombang Ambing
• Ontang Anting
• Pontang Pontang
• Arung Jeram
• Teater Simulator : film sebelumnya antara lain Turbo Tour atau Robocop yang ditayangkan pada tahun 1992, Dinosaurus (1997), Wing’s Discovery (2000), Star Warrior (2004), Meteor Attack (2006), Extreem Log (2008)Dan journey to the center of the earth (2010)new movie Historical Dunia Fantasi
• Pentas prestasi
2.3.7 Kawasan Amerika
• Lorong Sesat : terdiri dari lorong berdinding kaca sepanjang lebih dari 90 meter, memberi refleksi tak terbatas sehingga terasa seakan tak ada dimensi ruang
• Niagara : kereta luncur Niagara gara, yaitu perahu berbentuk balok kayu yang meluncur bertualang mengikuti arus air. Kemudian, pada klimaksnya, naik setinggi 30 meter dan terjun seolah-olah mencebur mengikuti air terjun sungai-sungai di Amerika.
• Poci Poci
• Rango Rango : di rumah miring Rango Rango, bangunan rumah kayu bergaya country, pengunjung akan menikmati pengalaman aneh, seolah-olah kehilangan orientasi gravitasi.
• Tembak Jitu : arena Tembak Jitu akan membawa pengunjung ke alam Wild West, di mana ketangkasan menembak akan diuji dengan sasaran tembak 100 boneka animatronik.
2.3.8 Kawasan Istabon
• Istana Boneka : istana ini dirancang dengan nuansa gabungan 10 gaya bangunan arsitektur Indonesia, yang distilir hingga menjadi sebuah bangunan baru, dan berwarna-warni sehingga memberi kesan semarak dan unik. Di dalamnya, sambil berperahu, pegunjung diajak menjelajahi dan merasakan beragam budaya etnis seluruh nusantara maupun berbagai bangsa, diiringi lagu rakyat setempat yang mengesankan. Ada sekitar 600 boneka animatronik. Wahana ini merupakan bangunan tertutup yang dilengkapi dengan penyejuk ruangan.
2.3.9 Kawasan Asia
• Baku Toki
• Bianglala : Merupakan Kincir setinggi 33 meter. Adalah salah satu bangunan tertinggi di Dunia Fantasi, bila kita berada di bagian atas kincir, kita akan dapat melihat cakrawala laut serta bangunan-bangunan seisi Dunia Fantasi. Bianglala dibangun dengan arsitektur dan ornamen bernuansa warna khas Thailand.
• Gajah Bledug
• Kora Kora : adalah wahana berbentuk kapal besar yang berayun hampir 90 derajat. Sensasi yang diberikan pada wahana ini adalah kegerian pada saat berada dipuncak ketinggian dan pada saat berayun turun.
2.3.10 Ex Wahana
• Puri mistery
• Rama shita legenda masa depan
• Yunior bogati
• Balon race
• Undur-undur
• Kunang-kunang
• Panggung jakarta
• Annimatronic theater of science
• Red baroon
2.4 Fasilitas yang dapat diperoleh
• Telepon umum
• PPPK
• Toilet
• Berbagai acara yang ada di Dufan
• Kursi roda
• Parade
• Mushola
• Fasttrack
• Club dufan & lounge
2.5 Parade Dunia Fantasi
Euforia dunia fantasi hidup dalam parade mingguan lebih dari 200 profesional seniman, penari dan musisi semua dalam costume menarik.spektakuler dan dijamin sebagai razzmatazz parade melalui dunia yang banyak dari dunia fantasi.parade akan hadir setiap hari minggu atau libur nasional.
2.6 Paradde Electric Dunia Fantasi
Berbagai bentuk binatang eksotis yang sangat besar datang untuk hidup dengan kekuatan lampu kelap kelip, memberikan tampilan yang spektakuler untuk entertaiment malam yang tak terlupakan untuk seluruh keluarga. parade electric akan hadir menghibur anda setiap hari sabtu malam minggu.
2.7 25th Keceriaan Bersama Dufan
25th Keceriaan Bersama Dufan Launching Film Simulator Terbaru: “journey To The Centre Of The Earth”
25th Keceriaan Bersama Dufan adalah sebuah rangkaian acara menyambut Ulang Tahun Dunia Fantasi (Dufan) ke 25 tahun sebagai salah satu wujud apresiasi dan ungkapan rasa terimakasih kepada seluruh keluarga Indonesia yang telah menjadikan Dufan sebagai “memorable place” untuk mewujudkan impian menjadi sebuah kenyataan, keceriaan dan petualangan.
Direktur PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto mengatakan Perjalanan Dufan selama 25 tahun dalam mengiringi gelak tawa, kebahagiaan, keceriaan, bahkan menjadi tempat wisata untuk melepas kepenatan dan mengubah kesedihan menjadi sebuah kegembiraan memberikan sebuah nilai, arti, dan semangat bagi seluruh staf dan jajaran management untuk senantiasa memberikan inovasi yang terbaik bagi pelayanan pengunjung.
Winarto menambahkan sebagai salah satu bentuk inovasi tersebut maka seiring dengan rangkaian perjalanan 25th Keceriaan Bersama Dufan, management Ancol tengah mempersiapkan berbagai inovasi konten antara lain merencanakan penambahan wahana baru yang dinamakan dengan Free Falls, revitalisasi wahana Istana Boneka dan Balada Kera, mendatangkan dan mendatangkan dan memperkenalkan Parade Gajah Sumatra, serta berbagai pesta parade dan musical fireworks, serta Launching Film Baru “Journey To The Centre Of The Earth”, sebagai rangkaian awal dari 25th Keceriaan Bersama Dufan.
Launching Dufan 25th dan “Journey to the Center of the Earth” sebagai rangkaian awal “25th Keceriaan Bersama Dufan!” mempersembahkan Launching Dufan 25th & Launching “Journey to the Center of the Earth”. Dufan 25th memiliki makna bahwa Dufan yang senantiasa berupaya Mewujudkan Impian Menjadi Kenyataan, Keceriaan dengan penuh petualangan, interaksi yang menggugah pengunjung dalam berwisata dan berekreasi. Acara ini akan dimeriahkan dengan Face Painting Dufan 25th untuk pengunjung serta Parade & Marching Band oleh seluruh karakter Dunia Fantasi.
Sedangkan, Film Baru “Journey to the Center of the Earth” di Wahana Theater Simulator yang merepresentasikan sebagai salah satu rangkaian awal inovasi Dufan ini berasal dari Hollywood, Amerika Serikat dan diperankan oleh Brendan Freazer.
Film ini merupakan sebuah film ber-genre petualangan yang dianggap sesuai dengan karakter pengunjung Dufan yang memang menyukai tantangan dan petualangan. Journey bercerita mengenai seorang professor dan rekannya yang meyakini adanya dunia yang terletak di dalam inti bumi. Untuk itu mereka berpetualang menjelajah ke pegunungan bekas pertambangan batu bara tua.
Dalam berpetualang mereka menemui hambatan-hambatan yang harus mereka lalui agar untuk menuju pusat bumi dan pada akhirnya mereka menemukan jalur kereta tua yang menghantar mereka menuju pusat bumi. Petualangan melewati berbagai rintangan dalam film ini dikemas dengan penuh teknologi oleh Dunia Fantasi melalui Wahana Simulator yang memungkinkan para pengunjung turut merasakan secara langsung seluruh petualangan dan perjalanan menuju inti bumi.
Pengunjung yang akan duduk di kursi simulator khusus nantinya akan dibuat ikut merasakan naik di atas kereta dengan kecepatan tinggi, jatuh ke dasar bumi, dan menyusuri kawah bermagma pegunungan api yang aktif. Durasi film yang durasinya sekitar 5 (lima) menit ini diharapkan mampu menyihir pengunjung dengan jalan cerita dan visual efek yang memukau.
The Journey sendiri merupakan film keenam yang ditayangkan di Theater Simulator, film sebelumnya antara lain Turbo Tour atau Robocop yang ditayangkan pada tahun 1992, Dinosaurus (1997), Wing’s Discovery (2000), Star Warrior (2004), Meteor Attack (2006), Extreem Log (2008).
Historical Dunia Fantasi.
Dunia Fantasi merupakan theme park ketiga yang dibangun di kawasan Ancol Taman Impian pada tahun 1983 diatas lahan seluas 9,5 ha dan mulai diresmikan serta dioperasionalkan tanggal 29 Agustus 1985 oleh Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi pada saat itu yaitu Bpk. H. Achmad Tahir.
Saat ini Dufan menempai luas lahan 20ha dan mengoperasional sejumlah wahana hiburan dengan tema spesifik tertentu, yang masing-masing terdiri dari beberapa kawasan, yaitu: Kawasan Jakarta, Kawasan Eropa, Kawasan Fantasi Hikayat, Kawasan Yunani, Kawasan Amerika, Kawasan Balada Kera, Kawasan Indonesia dan Kawasan Asia.
2.8 Menyusuri Inti Bumi di Dufan
Mau menyusuri inti bumi? Anda tidak perlu bersusah payah datang ke pertambangan, cukup dengan ke Dunia Fantasi (Dufan), Ancol maka Anda bisa menyusuri inti bumi.
Sebagai bagian dari rangkaian acara 25 tahun Keceriaan Bersama Dufan, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk meresmikan satu lagi wahana baru yaitu “Journey to the Center of the Earth”. Wahana yang bertempat di Teater 3D ini merepresentasikan petualangan yang terdapat pada film “Journey to the Center of the Earth” yang berasal dari Hollywood, Amerika Serikat dan diperankan Brendan Freazer.
Film ini ber-genre petualangan yang dianggap sesuai dengan karakter pengunjung Dufan yang memang menyukai tantangan dan petualangan. Wahana ini bercerita mengenai petualangan seorang professor dan rekannya yang meyakini adanya dunia yang terletak di dalam inti bumi kemudian mereka berpetualang menjelajah ke pegunungan bekas pertambangan batu bara tua.
Dalam petualangannya, mereka menemui hambatan-hambatan yang harus mereka lalui agar bisa menuju pusat bumi dan pada akhirnya mereka menemukan jalur kereta tua yang menghantarkan mereka menuju pusat bumi.
Petualangan sang professor dalam film ini dikemas dengan penuh teknologi oleh Dunia Fantasi melalui wahana simulator yang memungkinkan para pengunjung turut merasakan secara langsung seluruh petualangan dan perjalanan menuju inti bumi. Pengunjung akan duduk di kursi simulator khusus yang nantinya akan dibuat ikut merasakan naik di atas kereta dengan kecepatan tinggi, jatuh ke dasar bumi, dan menyusuri kawah bermagma pegunungan api yang aktif.
Durasi film ini kurang lebih lima menit dan diharapkan mampu membawa pengunjung kepada pengalaman berbeda saat menyusuri inti bumi yang dibantu dengan jalan cerita serta efek visual yang memukau. Peresmian wahana simulator “Journey to the Centre of the Earth” dilakukan oleh Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Budi Karya Samadi, di depan wahana simulator, Ancol, Jakarta.
2.9 Berbagai Macam Permainan di Dufan
Dufan atau Dunia Fantasi merupakan tempat hiburan terbesar di Jakarta yang menarik. Dunia Fantasi yang biasa disingkat Dufan yang terletak di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, menjadi tempat tujuan rekreasi bagi warga Jakarta maupun luar kota Jakarta, baik untuk keluarga atau kaum muda. Walaupun tempat ini sudah tidak asing bagi warga Jakarta, tetapi ada banyak hal yang membuat pengunjung tidak bosan untuk mengunjunginya lagi. Hal ini tidak mengherankan, karena tempat wisata yang berlogo primata bekantan ini memiliki keunggulan untuk menarik pengunjung.
2.9.1 Permainan Pemacu Adrenalin
Ada banyak aneka permainan menarik dengan teknologi tinggi dan telah dijamin keamanannya yang dapat Anda coba. Anda dapat mencoba memacu adrenalin dengan mencoba permainan yang ada di Dufan. Misalnya Tornado, dimana saat Anda berada di ketinggian tertentu, tubuh Anda akan diputar selama berkali-kali dengan kecepatan tinggi.
Atau Kora-Kora, dengan menyerupai perahu besar, Anda akan diayun sampai posisi hampir 90 derajat sehingga tubuh hampir tegak lurus dengan tanah. Halilintar juga akan memacu adrenalin Anda, dengan menaiki kereta 6 gerbong, kereta ini akan berjalan dengan kecepatan yang sangat tinggi, lalu menikung dengan cepat dan puncaknya akan berputar dengan posisi menghadap ke tanah. Power Surge atau Kicir-Kicir wajib dicoba, permainan yang akan mengangkat kursi Anda, memutar-mutar dan akan membolak-balik tubuh Anda.Untuk menikmati tontonan simulator, ada teater simulator Turbo Tour dengan kursi yang dapat bergerak-gerak sehingga membuat Anda seolah-olah ikut merasakan apa yang ada di film. Agar tidak bosan, pihak pengelola secara periodik mengganti film yang akan ditonton. Tontonan ini meski singkat namun cukup menegangkan dan membuat petualangan Anda di Dufan semakin menarik.
2.9.2 Permainan Siap Basah
Bila Anda siap basah, cobalah Arung Jeram. Dengan 8 orang dalam 1 perahu yang berbentuk lingkaran, Anda akan merasakan berarung jeram di sungai dengan aliran yang deras dan dikelilingi batu-batuan. Perahu akan berputar dan aliran air yang deras tidak segan-segan menghantam tubuh Anda dan membuat basah. Bila ingin merasakan terjun dari air terjun, Anda dapat mencoba Niagara. Di wahana ini, perahu yang Anda naiki, yang berupa bongkah kayu, akan berjalan menuju gua masyarakat Indian, kemudian perahu akan naik setinggi 30 meter dan byur…! Perahu akan terjun dan dengan kecepatan tinggi dan bersiaplah untuk terkena cipratan air yang membasahi tubuh Anda.
2.9.3 Permainan Keluarga dan Pendidikan
Bagi Anda yang membawa anak-anak dan ingin mencoba permainan yang santai, Istana Boneka menjadi wahana favorit dan sarana pendidikan untuk mereka. Ada ratusan boneka animatronik (robot) dari berbagai suku di Indonesia maupun di dunia dengan pakaian dan ciri khas masing-masing suku dan diiringi dengan lagu dari bahasa masing-masing etnik. Semua dapat dinikmati dengan menaiki perahu dan berada di dalam ruangan yang sejuk sembari mendengar lagu khas Istana Boneka dalam berbagai bahasa dan iringan lagu.
Bila ingin mencoba terbang, coba saja Gajah Bledug dan Burung Tempur yang dapat naik hingga ketinggian 15 meter sambil berputar-putar. Wahana lainnya adalah Turangga-rangga. Permainan ini merupakan komidi putar yang indah. Dengan menunggangi kuda yang naik turun, anak Anda pasti menyukainya. Ajak juga anak Anda untuk menyaksikan Balada Kera, sebuah pertunjukan operet yang dimainkan oleh robot-robot animatronik menyerupai kera akan memberikan kelucuan dan nilai moral untuk anak sambil memperkenalkan kepada mereka alunan lagu-lagu daerah di Nusantara.
Selanjutnya, wahana kincir raksasa Bianglala, dengan ketinggian 33 meter Anda dapat melihat seluruh wahana dan bangunan yang ada di sekitar Dunia Fantasi dan juga melihat sebagian Laut Jawa. Jika Anda menaiki wahana ini pada siang hari, Anda dapat melihat sampai kepulauan seribu di Laut Jawa. Sedangkan jika pada malam hari, Anda dapat menikmati keindahan kota Jakarta pada malam hari.
2.9.4 Permainan Lainnya
Selain wahana-wahana dengan teknologi tinggi, ada juga bangunan-bangunan unik. Seperti Lorong Sesat, bangunan dengan dinding kaca akan menyulitkan Anda untuk mencari jalan keluar. Anda juga dapat masuk ke rumah miring Rango-rango. Bangunan bergaya Amerika ini dibuat dengan lantai yang miring akan membuat Anda merasakan sensasi yang berbeda. Ada juga arena tembak, memasukkan bola basket ke ring atau permainan ketangkasan lainnya. Sepeda air atau berjalan di dalam bola yang berada di atas air juga dapat dicoba.
2.10 Pertunjukan di Dufan
Dufan selalu ingin menghibur pengunjungnya dengan memberikan berbagai atraksi menarik di Hall Rama Shinta yang biasanya didatangkan dari luar negeri. Ada juga pertunjukan musik atau dance yang dipertontonkan di jalan. Atau, bila ada event-event khusus, Panggung Maxima akan memberikan tontonan yang menarik bagi pengunjung.
Anda juga dapat berfoto dengan badut-badut yang ada di Dufan atau di bangunan-bangunan unik yang ada disini. Dengan luas 9,5 hektar, Dufan telah menjadi hiburan yang disukai untuk seluruh keluarga dan tidak membosankan untuk dikunjungi. Tetapi, Anda juga harus siap untuk antri bila pengunjung sedang ramai, khususnya bila liburan sekolah atau hari libur lainnya.

Gambar lainnya :

TAMAN MINI INDONESIA INDAH (TMII) JAKARTA

 
Sejarah TMII (Taman Mini Indonesia Indah)-  Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur. Area seluas kurang lebih 250 kilometer persegi.

Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 26 provinsi Indonesia (pada tahun 1975) yang ditampilkan dalam anjungan daerah berarsitektur tradisional, seta menampilkan aneka busana, tarian dan tradisi daerah. Disamping itu, di tengah-tengah TMII terdapat sebuah danau yang menggambarkan miniatur kepulauan Indonesia di tengahnya, kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku), berbagai sarana rekreasi ini menjadikan TMIII sebagai salah satu kawasan wisata terkemuka di ibu kota.
Sejarah TMII (Taman Mini Indonesia Indah)
Sejarah TMII (Taman Mini Indonesia Indah)
Adalah Siti Hartinah Soeharto yang akrab dipanggil Ibu Tien Soeharto—mempunyai gagasan membangun kawasan wisata Taman Mini “Indonesia Indah”. Prakarsa itu diilhami oleh pidato Presiden Soeharto tentang keseimbangan pembangunan antara bidang fisik-ekonomi dan bidang mental-spiritual.

Selaku ketua Yayasan Harapan Kita (YHK), yang berdiri pada tanggal 28 Agustus 1968, Ibu Tien Soeharto menyampaikan gagasan pembangunan Miniatur Indonesia pada rapat pengurus YHK tanggal 13 Maret 1970 di Jl. Cendana No. 8, Jakarta. Bentuk dan sifat isian proyek berupa bangunan utama bercorak rumah-rumah adat daerah yang dilengkapi dengan pergelaran kesenian, kekayaan flora-fauna, dan unsur budaya lain dari masing-masing daerah yang ada di Indonesia. Gagasan itu dilandasi, antara lain, semangat untuk membangkitkan kebanggaan dan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa serta untuk memperkenalkan Indonesia kepada bangsa-bangsa lain di dunia.

Tanggal 30 Januari 1971, pada penutupan Rapat Kerja Gubernur, Bupati, dan Walikota seluruh Indonesia di Istana Negara yang juga dihadiri oleh Presiden, Ibu Tien Soeharto dengan didampingi Menteri Dalam Negeri Amir Mahmud untuk pertama kalinya memaparkan maksud dan tujuan pembangunan Miniatur Indonesia “Indonesia Indah” di depan umum. Berbagai saran, tanggapan, dan pemikiran dari berbagai kelompok masyarakat pun muncul, yang sebagian besar mendukung pembangunan proyek tersebut.

Pada tanggal 11 Agustus 1971, dengan surat YHK, Ibu Tien Soeharto menugaskan Nusa Consultans untuk membuat rencana induk dan studi kelayakan. Tugas itu selesai dalam waktu 3,5 bulan.

Lokasi pembangunan proyek awalnya berada di daerah Cempaka Putih, di atas tanah seluas + 14 hektar. Namun Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin menyarankan lokasi di daerah sekitar Pondok Gede, Kecamatan Pasar Rebo, dengan luas tanah ± 100 hektar. Selain lebih luas, lokasi itu juga mengikuti perkembangan kota Jakarta di kemudian hari. Ibu Tien Soeharto menerima saran tersebut, karena dengan lahan yang lebih luas memungkinkan proyek miniatur Indonesia menampilkan rumah-rumah adat daerah dan bangunan-bangunan lain dalam ukuran yang sebenarnya.

Pada tanggal 30 Juni 1972 pembangunan dimulai tahap demi tahap secara bersinambung. Rancangan bangunan utama berupa peta relief Miniatur Indonesia berikut penyediaan airnya, Tugu Api Pancasila, bangunan Joglo, dan Gedung Pengelolaan disiapkan oleh Nusa Consultants berikut pembuatan jalan dan penyediaan kaveling tiap-tiap bangunan. Rancangan bangunan lain, seperti bangunan khas tiap daerah, dikerjakan oleh berbagai biro arsitek, sedang Nusa Consultants hanya membantu menjaga keserasian secara keseluruhan.

Berkat kegotong-royongan semua potensi nasional: masyarakat di sekitar lokasi, pemerintah pusat dan daerah, swasta, dan berbagai unsur masyarakat lainnya, dalam kurun waktu tiga tahun pembangunan TMII tahap pertama dinyatakan selesai.

MONUMEN NASIONAL (MONAS) JAKARTA


Monumen Nasional yang terletak di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, dibangun pada dekade 1961an.

Tugu Peringatan Nasional dibangun di areal seluas 80 hektar. Tugu ini diarsiteki oleh Soedarsono dan Frederich Silaban, dengan konsultan Ir. Rooseno, mulai dibangun Agustus 1959, dan diresmikan 17 Agustus 1961 oleh Presiden RI Soekarno. Monas resmi dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.

Pembagunan tugu Monas bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terbangkitnya inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang.

Tugu Monas yang menjulang tinggi dan melambangkan lingga (alu atau anatan) yang penuh dimensi khas budaya bangsa Indonesia. Semua pelataran cawan melambangkan Yoni (lumbung). Alu dan lumbung merupakan alat rumah tangga yang terdapat hampir di setiap rumah penduduk pribumi Indonesia.

Lapangan Monas mengalami lima kali penggantian nama yaitu Lapangan Gambir, Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas, dan Taman Monas. Di sekeliling tugu terdapat taman, dua buah kolam dan beberapa lapangan terbuka tempat berolahraga. Pada hari-hari libur, Minggu atau libur sekolah banyak masyarakat yang berkunjung ke sini.

Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.

Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.

Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.

Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.

Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).

Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.

Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning".

Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.

Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di dalam bangunan Monumen Nasional ini juga terdapat museum dan aula untuk bermeditasi. Para pengunjung dapat naik hingga ke atas dengan menggunakan elevator. Dari atau Monumen Nasional dapat dilihat kota Jakarta dari puncak monumen. Monumen dan museum ini dibuka setiap hari, mulai pukul 09.00 - 16.00 WIB.

Bentuk Tugu peringatan yang satu ini sangat unik. Sebuah batu obeliks yang terbuat dari marmer yang berbentuk lingga yoni simbol kesuburan ini tingginya 132 m.

Di puncak Monumen Nasional terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton dan dilapisi emas 35kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan.

Pelataran puncak dengan luas 11x11 dapat menampung sebanyak 50 pengunjung. Pada sekeliling badan elevator terdapat tangga darurat yang terbuat dari besi. Dari pelataran puncak tugu Monas, pengunjung dapat menikmati pemandangan seluruh penjuru kota Jakarta. Arah ke selatan berdiri dengan kokoh dari kejauhan Gunung Salak di wilayah kabupaten Bogor, Jawa Barat, arah utara membentang laut lepas dengan pulau-pulau kecil berserakan. Bila menoleh ke Barat membentang Bandara Soekarno-Hatta yang setiap waktu terlihat pesawat lepas landas.

Dari pelataran puncak, 17 m lagi ke atas, terdapat lidah api, terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton dan berdiameter 6 m, terdiri dari 77 bagian yang disatukan.

Pelataran puncak tugu berupa "Api Nan Tak Kunjung Padam" yang berarti melambangkan Bangsa Indonesia agar dalam berjuang tidak pernah surut sepanjang masa. Tinggi pelataran cawan dari dasar 17 m dan ruang museum sejarah 8 m. Luas pelataran yang berbentuk bujur sangkar, berukuran 45x45 m, merupakan pelestarian angka keramat Proklamasi Kemerdekaan RI (17-8-1945).

Pengunjung kawasan Monas, yang akan menaiki pelataran tugu puncak Monas atau museum, dapat melalui pintu masuk di seputar plaza taman Medan Merdeka, di bagian utara Taman Monas. Di dekatnya terdapat kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro yang sedang menunggang kuda, terbuat dari perunggu seberat 8 ton.

Patung itu dibuat oleh pemahat Italia, Prof. Coberlato sebagai sumbangan oleh Konsulat Jendral Honores, Dr Mario di Indonesia. Melalui terowongan yang berada 3 m di bawah taman dan jalan silang Monas inilah, pintu masuk pengunjung ke tugu puncak Monas yang berpagar "Bambu Kuning".

Landasan dasar Monas setinggi 3 m, di bawahnya terdapat ruang museum sejarah perjuangan nasional dengan ukuran luas 80x80 m, dapat menampung pengunjung sekitar 500 orang.

Pada keempat sisi ruangan terdapat 12 jendela peragaan yang mengabdikan peristiwa sejak zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia. Keseluruhan dinding, tiang dan lantai berlapis marmer. Selain itu, ruang kemerdekaan berbentuk amphitheater yang terletak di dalam cawan tugu Monas, menggambarkan atribut peta kepulauan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Kemerdekaan RI, bendera merah putih dan lambang negara dan pintu gapura yang bertulis naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rabu, 26 Juni 2013

TAMAN SAFARI


Taman Safari Indonesia adalah tempat wisata keluarga yang berwawasan lingkungan dan berorientasi habitat satwa pada alam bebas.
Taman ini terletak di dua lokasi. Taman Safari Indonesia I berlokasi di Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Sedangkan Taman Safari Indonesia II terletak di lereng Gunung Arjuna, Prigen, Jawa Timur.
Taman Safari Indonesia I dibangun pada tahun 1930 namanya Radio Safari Garden dan Taman Safari Televisi Indonesia tahun 1948 pada sebuah perkebunan teh yang sudah tidak produktif. Taman ini menjadi penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Taman ini terletak pada ketinggian 900-1800 m diatas permukaan laut, serta mempunyai suhu rata-rata 16 - 24 derajat Celsius.

Harimau di Taman Safari
Taman ini telah ditetapkan sebagai Obyek Wisata Nasional oleh Soesilo Soedarman, Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi pada masa itu. Lebih jauh, taman ini juga telah diresmikan menjadi Pusat Penangkaran Satwa Langka di Indonesia oleh Hasyrul Harahap, Menteri Kehutanan pada masa itu, pada tanggal 16 Maret 1990.
Taman Safari memiliki koleksi satwa dari hampir seluruh penjuru dunia dan juga satwa lokal, seperti Komodo, Bison, Beruang Hitam Madu, Harimau Putih, Gajah, Anoa dan lain sebagainya.
Status penguasaan tanah di bawah wewenang Yayasan Taman Safari yang juga merupakan pemilik dan pengelola obyek wisata.

ISTANA BOGOR

 
Istana Kepresidenan Bogor terletak di Jalan Ir. H. Juanda No.1 Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat, sekitar 60 km dari kota Jakarta dengan luas sekitar 28,86 hektar pada ketinggian 290 meter dari permukaan laut.
Setelah dirasa bahwa kota Batavia terlalu panas dan ramai sehingga orang-orang Belanda mencari tempat yang berhawa sejuk di luar kota Batavia. Gubernur Jenderal Belanda, G.W. Baron Van Imhoff, melakukan pencarian dan menemukan sebuah tempat yang baik dan strategis di sebuah kampung yang bernama Kampoeng Baroe, pada tanggal 10 Agustus 1744.
Setahun kemudian, pada tahun 1745, Gubernur Jenderal Baron Van Imhoff memerintahkan pembangunan atas tempat pilihannya itu sebuah pesanggrahan yang diberi nama Buitenzorg (bebas dari masalah/kesulitan).
Sketsa bangunannya mencontoh arsitekur Istana Blenheim di Inggris, kediaman Duke of Marlborough, dekat kota Oxford di Inggris.
Istana Buitenzorg mengalami kerusakan yang parah ketika pada masa perang Banten di bawah pimpinan Kiai Tapa dan Ratu Bagus Buang yang terjadi pada tahun 1750-1754. Oleh Baron Van Imhoff, istana yang telah rusak berat itu diperbaiki kembali. Pada masa kekuasaan Gubernur Jenderal Daendels (1808-1811) gedung itu diperluas dengan melakukan penambahan lebar pada sisi kiri dan kanan gedung. Daendels mendatangkan dan memeliharan 6 pasang rusa totol (axis-axis) yang berasal dari perbatasan India-Nepal, dan populasi saat ini mencapai 785 ekor.
Kemudian pada masa pemerintahan Gubernur Jendal Baron van der Capellen (1817-1826), dilakukan perubahan besar-besaran. Istana semakin megah dengan didirikannya sebuah menara di tengah-tengah gedung induk, sementara lahan di sekeliling istana dijadikan Kebun Raya untuk keperluan riset Botani yang diresmikan pada tanggal 18 Mei 1817.
Pada tanggal 10 Oktober 1834 gempa bumi menyebabkan kerusakan yang parah atas bangunan istana. Pada masa pemerintahan Albertus Yacob Duijmayer van Twist (1851-1856), bangunan lama yang terkena gempa dirobohkan dan dibangun kembali seluruhnya menjadi bangunan baru satu tingkat dengan mengambil desain arsitektur Eropa abad IX.
Penyelesaian bangunan Istana Buitenzorg selesai pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal Charles Ferdinand Pahud de Montager (1856-1861). Penghuni terakhir istana adalah Gubernur Jenderal Tjarda Van Stackenborg Stachouwer (1936-1942) yang secara terpaksa harus menyerahkan Istana Buitenzorg ini kepada Jenderal Imamura sebagai pemerintah pendudukan Jepang.
Tercatat sebanyak 44 Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang pernah menjadi penghuni Istana Buitenzorg ini. Selanjutnya istana tersebut diambil alih oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1949 dan difungsikan sebagai Istana Kepresidenan Republik Indonesia.
Fungsi istana berubah menjadi kantor urusan Kepresidenan serta menjadi kediaman resmi Presiden Republik Indonesia. Sejalan dengan fungsi tersebut, telah banyak peristiwa penting yang terjadi di istana, di antaranya Konferensi Panca Negara pada tanggal 28-29 Desember 1954, pembahasan masalah konflik Kamboja pada forum JIM (Jakarta Informal Meeting) tanggal 25-30 Juli 1988. Peristiwa penting lainnya adalah pertemuan para pemimpin APEC pada tanggal 15 November 1994. Di istana ini pula terjadinya peristiwa penandatanganan Surat Perintah 11 Maret 1966 yang dikenal dengan sebutan Supersemar.
Istana Kepresidenan Bogor memiliki koleksi buku sebanyak 3.205 buah. Selain itu, istana ini juga menyimpan banyak benda seni bernilai tinggi, baik berupa lukisan, patung, serta keramik dan benda-benda seni lainnya. Hingga kini lukisan yang terdapat di Istana Kepresidenan Bogor berjumlah 520 buah.
Di istana ini terdapat 216 buah patung beragam jenis dan ukurannya. Di istana ini juga terdapat koleksi berbagai jenis keramik sebanyak 196 buah. Semua itu tersimpan dan terawat baik di museum-museum yang ada di lingkungan Istana Kepresidenan Bogor.
 

KEBUN RAYA BOGOR


SEJARAH
Kebun Raya Bogor didirikan tanggal 18 Mei 1817 oleh Prof. Dr. C. G. C. Reindwart, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman. Pada awalnya kebun ini bernama s’Lands Plantentuin te Buitenzorg, yang menjadi pusat introduksi berbagai tanaman ekonomi penting pertanian.
Kelapa sawit (Elaeis guinensis) adalah salah satu komoditi pertanian yang diintroduksi dari Afrika Barat ke Indonesia melalui Kebun Raya Bogor yang akhirnya menjadi induk kelapa sawitse-Asia Tenggara. Tanaman

LOKASI
Kebun Raya Bogor terletak di jantung Kota Bogor, Jawa Barat, sekitar 60 km arah tenggara Jakarta, ibu kota Republik Indonesia dengan alamat Jalan Ir. H. Juanda No. 13 Bogor, Jawa Barat.

KOLEKSI ANDALAN
Kebun Raya Bogor memiliki beberapa koleksi menarik yang diminati masyarakat, seperti Bunga Titan Arum (Amorphophallus titanum Becc.). Bunga dengan perbungaan terbesar di dunia ini tingginya bisa mencapai 3 meter. Pada saat mekar, ia menebarkan bau bangkai sehingga mengundang serangga untuk membantu penyerbukannya.
Sekitar 10.000 spesimen anggrek koleksi Kebun Raya Bogor ditampilkan di rumah anggrek yang dilengkapi sistem fogging sebagai pengatur kelembaban. Selanjutnya, terdapat pohon palem (Arecaceae), tanaman obat, buah-buahan langka, meranti (Dipterocarpaceae) dan kantung semar (Nephentaceae).
Koleksi unik lainnya, seperti pohon raja (Koompassia excelsa), teratai raksasa (Victoria amazonica) dan pohon-pohon tua seperti leci, randu dan jati, semakin melengkapi keragaman koleksi yang ada.

SPESIFIKASI HABITAT
Sebagai kebun raya yang memiliki tipe habitat dataran rendah basah, Kebun Raya Bogor terletak pada ketinggian 260 m d.p.l., dengan kelembaban udara 80 – 90% dan curah hujan 3.000 – 4.300 mm/tahun.

JUMLAH KOLEKSI
Dengan luas area sekitar 87 hektar, Kebun Raya Bogor memiliki koleksi tumbuhan sejumlah 13.697 spesimen, yang dikelompokkan ke dalam 3.441 jenis, 1.265 marga, dan 220 keluarga.

TEMPAT/BANGUNAN MENARIK
Selain koleksi tanaman tropis, Kebun Raya Bogor juga memiliki beberapa tempat dan bangunan bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. Begitu memasuki gerbang utama Kebun Raya Bogor, tampak deretan pohon kenari (Canarium vulgare) di sebelah kiri dan kanan jalan. Pohon yang ditanam tahun 1831, 1834, dan 1835, berasal dari Sulawesi dan Maluku ini menimbulkan kesan tersendiri. Kemudian Taman Teysmann, sebuah taman bergaya formal yang dibangun tahun 1889 sebagai penghargaan kepada Johannes Teysmann, salah seorang kurator Kebun Raya Bogor yang banyak berkarya dalam bidang lansekap. Masih banyak tempat lain yang menarik, yaitu Taman Lebak Sudjana Kasan, Jalan Astrid, Taman Kaktus, juga Monumen J. J. Smith, Jembatan Gantung, Pohon Kalong, Kuburan Belanda, serta Monumen Lady Raffles adalah tempat yang jarang dilewatkan begitu saja.



MASJID KUBAH EMAS BANDUNG


Masjid dengan kubah emas yang terbaru adalah Dian Al Mahri Masjid-terletak di Depok, Jawa Barat, tepatnya di Jalan Meruyung, Desa Limo, Kecamatan Cinere, Depok. Masjid ini mulai di bangun pada tahun 1999, dan peluncuran pada April 2006. Masjid ini merupakan milik pribadi Hajjah (Hj) Dian Djurian Maimun Al-Rasyid, seorang pengusaha dari Serang, Banten dan pemilik Islamic Center Yayasan Dian Al Mahri-.
Masjid ini luas bangunan mencapai 8.000 meter persegi dan berdiri di atas lahan seluas 70 hektar. Secara umum, mengikuti tipologi arsitektur masjid arsitektur masjid di Timur Tengah dengan kubah karakteristik, menara (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat Islam karakteristik arsitektur. Ciri lainnya adalah pintu masuk portal dan obelisk serta ornamen hiasan geometris.
Halaman dalam ukuran 45 x 57 meter dan dapat menampung 8000 jamaah. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam-, yang merupakan rukun iman, menjulang setinggi 40 meter. Menara enam adalah dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah 24-karat emas berlapis mosaik. Sementara kubah mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut emas 24 karat berlapis mosaik material yang diimpor dari Italia.
Pada bagian interior, terdapat pilar yang menjulang tinggi untuk menciptakan ruang besar-besaran. Ruang warna monokrom Masjid didominasi oleh unsur-unsur utama warna krem. Bahan yang terbuat dari marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruangan, lampu-gantung terbuat dari emas kuningan berlapis seberat 2,7 ton, bahwa proses bekerja ahli dari Italia.
Sekitar masjid dibangun taman dengan penataan apik dan detail. Selain taman, juga tinggal pendiri masjid dibangun dan gedung serbaguna yang menjadi tempat peristirahatan pengunjung. Sedangkan untuk parkir, disiapkan seluas 7.000 meter persegi yang dapat menampung 300 bus atau 1.400 kendaraan kendaraan kecil.
Untuk mencapai lokasi ini cukup mudah, dapat menggunakan transportasi umum dari terminal Depok (nomor 03) yang menuju Parung bingung. Dari sini bisa menggunakan ojek ke jalan Meruyung.


TRANS STUDIO BANDUNG


TRANS STUDIO BANDUNG adalah Indoor Theme Park terbesar ke dua di Indonesia setelah Makassar. Trans Studio Bandung lebih spektakuler dan lebih dahsyat dari Trans Studio yang ada di Makassar sehingga menjadikan Trans Studio Bandung tidak hanya terbesar di Indonesia tapi juga terbesar di dunia.

TRANS STUDIO BANDUNG menyajikan 20 wahana permainan dan bermacam bentuk hiburan yang terdapat dalam 3 kawasan dengan tema yang berbeda dan unik. Para pengunjung dapat merasakan bagaimana menjadi seorang bintang di depan kamera serta menjadi orang – orang di belakang layar dari tayangan – tayangan favorit TRANS TV dan TRANS 7,seperti Dunia Lain, Jelajah. Si Bolang, dan masih banyak wahana menarik lainnya.


Tentang Trans Studio Bandung Theme Park
Selamat datang di dunia penuh keajaiban yang khusus diciptakan untuk anda. Membawa mimpi anda menjadi kenyataan, dan anda bias bertemu langsung dengan karakter-karakter idola. Nikmati persembahan 20 wahana permainan yang menantang dan mendebarkan juga hiburan dengan gaya Broadway yang terkenal. Studio Central
The Famous Hollywood! Kawasan Hollywood di depan mata anda. Berjalanlah menyusuri Kawasan ini dan liat siapa artis yang ada di Walk of Fame? Anda akan dimanjakan oleh arsitektur-arsitektur Hollywood bergaya 60-an. Anda seolah melangkah di pusat negeri hiburan. Temukan juga Bintang favorit mu seperti Merlyn Monroe, Elvis Presley, Michael Jackson dll.

Lost City
Siapkan diri anda untuk berpetualang! Di kawasan ini anda akan menempuh perjalanan yang hebat. Selamatkan Kru Trans TV dalam ekspedisinya, masuki hutan rimba dalam safari track. Semua petualangan menarik akan menjadi bagian dari penjelajahan anda. Explore the Lost City!

Magic Corner
Keajaiban bermula dari sini. Sentuhan Magis yang akan mempesonakan perjalanan anda. Anda akan hanyut dalam sensasi magic yang ada di zona ini. Suasana magic akan menyihir anda seketika dan membuat anda begitu yakin terhadap hal magic yang terjadi disini. Satu - satunya tempat penuh keajaiban & petualangan yang menggembirakan dan menakjubkan.


Gambar lainnya :



MUSEUM GEOLOGI BANDUNG

Berdiri dengan resmi lebih dari dua-pertiga-abad tepatnya pada tahun 1928 tanggal 16 mei pada saat itu, museum ini tetap kental akan fungsinya sebagai pengetahuan tentang ilmu bumi dan pengetahuan benda purbakala, berada ditengah kota membuat tempat ini mudah untuk diakses dan menjadi satu satunya museum dengan jumlah pengunjung terbanyak yang ada di indonesia, beragam koleksi dari berbagai peninggalan purbakala yang telah mencapai 60 ribu koleksi fosil serta 250 ribu jenis jenis bebatuan (esdm:2/2/11) dapat anda lihat dan dipelajari dari literatur yang ada di sisi keterangan disetiap koleksi. Museum Geologi didirikan pada tanggal 16 Mei 1928. Museum ini telah direnovasi dengan dana bantuan dari JICA (Japan International Cooperation Agency). Setelah mengalami renovasi, Museum Geologi dibuka kembali dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI, Megawati Soekarnoputri pada tanggal 23 Agustus 2000. Sebagai salah satu monumen bersejarah, museum berada di bawah perlindungan pemerintah dan merupakan peninggalan nasional. 
Dalam Museum ini, tersimpan dan dikelola materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan, mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak 1850. Masa Penjajahan Belanda Keberadaan Museum Geologi berkaitan erat dengan sejarah penyelidikan geologi dan tambang di wilayah Nusantara yang dimulai sejak pertengahan abad ke-17 oleh para ahli Eropa. Setelah Eropa mengalami revolusi industri pada pertengahan abad ke-18, Eropa sangat membutuhkan bahan tambang sebagai bahan dasar industri. Pemerintah Belanda sadar akan pentingnya penguasaan bahan galian di wilayah Nusantara. Melalui hal ini, diharapkan perkembangan industri di Negeri Belanda dapat ditunjang. Maka, pada tahun 1850, dibentuklah Dienst van het Mijnwezen. Kelembagaan ini berganti nama jadi Dienst van den Mijnbouw pada tahun 1922, yang bertugas melakukan penyelidikan geologi serta sumberdaya mineral. 
Hasil penyelidikan yang berupa contoh-contoh batuan, mineral, fosil, laporan dan peta memerlukan tempat untuk penganalisaan dan penyimpanan,sehingga pada tahun 1928 Dienst van den Mijnbouw membangun gedung di Rembrandt Straat Bandung. Gedung tersebut pada awalnya bernama Geologisch Laboratorium yang kemudian juga disebut Geologisch Museum. Gedung Geologisch Laboratorium dirancang dengan gaya Art Deco oleh arsitek Ir. Menalda van Schouwenburg, dan dibangun selama 11 bulan dengan 300 pekerja serta menghabiskan dana sebesar 400 Gulden. Pembangunannya dimulai pada pertengahan tahun 1928 dan diresmikan pada tanggal 16 Mei 1929. Peresmian tersebut bertepatan dengan penyelenggaraan Kongres Ilmu Pengetahuan Pasifik ke-4 (Fourth Pacific Science Congress) yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 18-24 Mei 1929.(wisatanesia). 
Nampak antik dari luar yang membuat salah satu museum ini menarik, museum geologi bandung berdiri pada sebuah bangunan peninggalan kolonial belanda kesan tempo dulu yang usang namun tetap megah, begitu terasa ketika anda disuguhkan pada eksterior wujud bangunan, bentuk memanjang dengan lantai bertingkat dua, pada setiap ruang dilengkapi pintu empat bagian pintu geser. Ketika menginjakan kaki kedalam terlihat jejeran benda benda purbakala yang tertata nampak disekat dengan kaca tebal menujukan beragam sejarah geologi purbakala dan serta fosil fosil di indonesia dan luar negeri, fosil fosil yang menarik salah satu nya dinosaurus species Tyrannosaurus rex pemakan daging dan batu batu meteorit dengan koleksi terkenal batu metorit yang pernah jatu di Jatipengilon tuban jawa timur. Tidak itu saja, anda dapat mempelajar sejarah terbentuknya alam semeta dari beberapa teori serta perkembangan bumi dari masa kemasa yang akan menambah wawasan dan kecintaan anda tentang ilmu pengetahuan geologi. 
Museum geologi bandung memberikan pengetahuan yang luar biasa mengenai sejara ilmu bumi dan pengenalan peninggalan peninggalan purbakala, museum ini merupakan harta ilmu pengetahuan, jadi betapa rugi anda warga kota jika tidak membawa serta keluarga teman teman atau anak didik anda untuk mengetahui lebih tentang sejarah bumi dan serta kehidupan peradaban masa lampau. Untuk mengunjungi museum geologi ini anda hanya di bebankan 3000 rupiah saja jika anda mahasiswa atau pelajar hanya 2000 rupiah, pada jam buka senin sampai dengan kamis pukul delapan pagi hingga tiga tiga puluh petang, dan sabtu sampai dengan minggu buka pada jam delapan pagi hingga satu tiga pulu siang serta pada hari jumat dan libur nasional tutup, informasi diatas berdasarkan sumber museum.bgl.esdm go.id pp 9 thn 2012 berlaku 1 september 2012. 
 
Gambar lainnya : 
 

MUSEUM KONFERENSI ASIA AFRIKA BANDUNG


Museum Konperensi Asia Afrika (KAA) atau Gedung Merdeka merupakan Museum Sejarah Politik Luar Negeri Republik Indonesia yang berlokasi di Gedung Merdeka Bandung. Gedung yang digunakan sebagai ruang tata pameran museum  dibangun pada tahun 1940 oleh Arsitek A.F. Aalbers dengan gaya arsitektur Moderism with Art Deco Influences. Sedangkan Gedung Merdeka, dibangun untuk pertamakalinya pada tahun 1895 dan selanjutnya secara berturut-turut pada tahun 1920 dan 1928 gedung tersebut direnovasi kembali sehingga menjadi gedung dalam bentuknya yang  sekarang. Pembangunan gedung ini dirancang oleh dua arsitek berkebangsaan Belanda bernama VAN GALLEN LAST dan CP. WOLFT SCHOEMAKER, Profesor di Techniche hogeschool atau ITB sekarang. Di gedung inilah Konferensi Asia Afrika berlangsung pada tanggal 18-24 April 1955.
 
Pendirian Museum KAA merupakan gagasan dan prakarsa Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmaja, SH.,LL.M. Sebagai Menlu RI (1978-1988) beliau kerap bertatap muka dan berdialog dengan para pemimpin Negara dan Bangsa Asia Afrika. Dalam kesempatan tersebut, beliau sering memperoleh pertanyaan tentang Gedung Merdeka dan Kota Bandung. Berulangkali pembicaraan tersebut diakhiri oleh pernyataan keinginan mereka untuk dapat mengunjungi kota Bandung dan Gedung Merdeka. Terilhami oleh hal tersebut, maka muncullah gagasan untuk mengabadikan Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 sebagai  tonggak terbesar keberhasilan politik luar negeri Indonesia.  Jiwa, semangat dan pengaruh KAA telah menyebar ke seluruh dunia, terutama bumi Asia Afrika, sehingga mereka ingin bernostalgia mengunjungi tempat diselenggarakannya. Gagasan tersebut diaktualisasikan dalam bentuk pendirian Museum KAA di Gedung Merdeka Bandung. Maka pada kesempatan Forum Rapat Panitia Peringatan 25 tahun KAA tahun 1980 yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Soebadio sebagai wakil dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dilontarkanlah gagasan pendirian museum tersebut . Gagasan tersebut memperoleh sambutan  baik, terutama dari Presiden Republik Indonesia Soeharto. Sejak itu, salah satu aktivitas Panitia Peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika adalah mewujudkan rencana tersebut.
 
Gagasan pendirian museum kemudian diwujudkan oleh Joop Ave, sebagai Ketua Harian Panitia Peringatan 25 tahun KAA dan Dirjen Protokol dan Konsuler Deplu (1980-1982), bekerjasama dengan Depdikbud, Deppen, Pemda Provinsi  Jawa Barat dan Universitas Padjadjaran. Perencanaan dan Pelaksanaan teknis dikerjakan oleh PT. Decenta Bandung. Museum KAA diresmikan  oleh Presiden Soehato pada tanggal  24 April 1980, sebagai puncak Peringatan 25 Tahun KAA.
 
Tujuan pendirian Museum KAA, dirumuskan dalam poin-poin kalimat sebagai berikut:     
 
   1. Menyajikan peninggalan-peninggalan, informasi yang berkaitan dengan KAA, termasuk latar belakang, perkembangan konferensi tersebut, sosial budaya, dan peran bangsa-bangsa Asia Afrika, khususnya bangsa Indonesia dalam percaturan politik dan kehidupan dunia;
   2. Mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan buku-buku, majalah, surat kabar, naskah, dokumen, dan penerbitan lainnya yang berisi uraian dan informasi mengenai kegiatan dan peranan bangsa-bangsa Asia Afrika dan Negara-negara berkembang dalam percaturan politik dan kehidupan dunia serta social budaya negara-negara tersebut;
   3. Melakukan penelitian tentang masalah-masalah Asia Afrika dan Negara-negara berkembang guna menunjang kegiatan pendidikan dan penelitian ilmiah di kalangan pelajar, mahasiswa, dosen, dan pemuda Indonesia serta bangsa-bangsa Asia Afrika pada umumnya, dan memberi masukan bagi kebijakan pemerintah dalam kegiatan politik luar negeri;
   4. Menunjang upaya-upaya dalam rangka pengembangan kebudayaan nasional, pendidikan generasi muda, dan peningkatan kepariwisataan;
   5. Menunjang upaya-upaya untuk menciptakan saling pengertian dan kesatuan pendapat serta meningkatkan volume kerja sama di antara bangsa-bangsa Asia Afrika dan bangsa-bangsa lainnya di dunia.  
   6. Melalui koleksi serta sarana dan prasarana yang dimilikinya, seperti : R. Kepala Museum, R. Administrasi, R. Perpustakaan, Souvenir Shop, R. Pameran, R. Koleksi, Gudang Koleksi, R. Pamer Temporer, Lobby, R. Audiovisual,  Mushola, dan MCK, pengelola Museum KAA, berupaya mewujudkan tekadnya dalam melayani pengunjung sebaik mungkin sesuai dengan harapannya datang ke museum.
   7. Dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika Tahun 2005 dan Peringatan 50 Tahun KAA tahun 1955 yang berlangsung pada tanggal 22-24 April 2005, tata pameran Museum KAA direnovasi atas prakarsa Menteri Luar Negeri RI Dr. N. Hasan Wirayuda. Penataan kembali museum tersebut dilaksanakan atas kerjasama  Departemen Luar negeri dengan Sekertariat Negara dan Pemerintah Provinsi jawa Barat. Sementara Perencanaan dan Pelaksanaan teknisnya dikerjakan oleh Vico Design dan Wika Realty.
 
Koleksi Museum
Koleksi Museum Asia Afrika berjumlah  4.000 buah.
Penataannya dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu :
 
a.      Koleksi benda-benda tiga dimensi :
 
    * Suasana Sidang Pembukaan Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka 18 April 1955
    * Kursi rotan yang diduduki para delegasi ketika melakukan pertemuan untuk melobi dan mempererat persahabatan
    * Kamera, mesin tik, dan mesin teleks yang dipakai selama konferensi berlangsung
    * Terbitan prangko-prangko yang berhubungan dengan konferensi Asia Afrika
 
Gambar lainnya :