Pages

Rabu, 26 Juni 2013

MUSEUM KONFERENSI ASIA AFRIKA BANDUNG


Museum Konperensi Asia Afrika (KAA) atau Gedung Merdeka merupakan Museum Sejarah Politik Luar Negeri Republik Indonesia yang berlokasi di Gedung Merdeka Bandung. Gedung yang digunakan sebagai ruang tata pameran museum  dibangun pada tahun 1940 oleh Arsitek A.F. Aalbers dengan gaya arsitektur Moderism with Art Deco Influences. Sedangkan Gedung Merdeka, dibangun untuk pertamakalinya pada tahun 1895 dan selanjutnya secara berturut-turut pada tahun 1920 dan 1928 gedung tersebut direnovasi kembali sehingga menjadi gedung dalam bentuknya yang  sekarang. Pembangunan gedung ini dirancang oleh dua arsitek berkebangsaan Belanda bernama VAN GALLEN LAST dan CP. WOLFT SCHOEMAKER, Profesor di Techniche hogeschool atau ITB sekarang. Di gedung inilah Konferensi Asia Afrika berlangsung pada tanggal 18-24 April 1955.
 
Pendirian Museum KAA merupakan gagasan dan prakarsa Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmaja, SH.,LL.M. Sebagai Menlu RI (1978-1988) beliau kerap bertatap muka dan berdialog dengan para pemimpin Negara dan Bangsa Asia Afrika. Dalam kesempatan tersebut, beliau sering memperoleh pertanyaan tentang Gedung Merdeka dan Kota Bandung. Berulangkali pembicaraan tersebut diakhiri oleh pernyataan keinginan mereka untuk dapat mengunjungi kota Bandung dan Gedung Merdeka. Terilhami oleh hal tersebut, maka muncullah gagasan untuk mengabadikan Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 sebagai  tonggak terbesar keberhasilan politik luar negeri Indonesia.  Jiwa, semangat dan pengaruh KAA telah menyebar ke seluruh dunia, terutama bumi Asia Afrika, sehingga mereka ingin bernostalgia mengunjungi tempat diselenggarakannya. Gagasan tersebut diaktualisasikan dalam bentuk pendirian Museum KAA di Gedung Merdeka Bandung. Maka pada kesempatan Forum Rapat Panitia Peringatan 25 tahun KAA tahun 1980 yang dihadiri oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Prof. Dr. Haryati Soebadio sebagai wakil dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dilontarkanlah gagasan pendirian museum tersebut . Gagasan tersebut memperoleh sambutan  baik, terutama dari Presiden Republik Indonesia Soeharto. Sejak itu, salah satu aktivitas Panitia Peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika adalah mewujudkan rencana tersebut.
 
Gagasan pendirian museum kemudian diwujudkan oleh Joop Ave, sebagai Ketua Harian Panitia Peringatan 25 tahun KAA dan Dirjen Protokol dan Konsuler Deplu (1980-1982), bekerjasama dengan Depdikbud, Deppen, Pemda Provinsi  Jawa Barat dan Universitas Padjadjaran. Perencanaan dan Pelaksanaan teknis dikerjakan oleh PT. Decenta Bandung. Museum KAA diresmikan  oleh Presiden Soehato pada tanggal  24 April 1980, sebagai puncak Peringatan 25 Tahun KAA.
 
Tujuan pendirian Museum KAA, dirumuskan dalam poin-poin kalimat sebagai berikut:     
 
   1. Menyajikan peninggalan-peninggalan, informasi yang berkaitan dengan KAA, termasuk latar belakang, perkembangan konferensi tersebut, sosial budaya, dan peran bangsa-bangsa Asia Afrika, khususnya bangsa Indonesia dalam percaturan politik dan kehidupan dunia;
   2. Mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan buku-buku, majalah, surat kabar, naskah, dokumen, dan penerbitan lainnya yang berisi uraian dan informasi mengenai kegiatan dan peranan bangsa-bangsa Asia Afrika dan Negara-negara berkembang dalam percaturan politik dan kehidupan dunia serta social budaya negara-negara tersebut;
   3. Melakukan penelitian tentang masalah-masalah Asia Afrika dan Negara-negara berkembang guna menunjang kegiatan pendidikan dan penelitian ilmiah di kalangan pelajar, mahasiswa, dosen, dan pemuda Indonesia serta bangsa-bangsa Asia Afrika pada umumnya, dan memberi masukan bagi kebijakan pemerintah dalam kegiatan politik luar negeri;
   4. Menunjang upaya-upaya dalam rangka pengembangan kebudayaan nasional, pendidikan generasi muda, dan peningkatan kepariwisataan;
   5. Menunjang upaya-upaya untuk menciptakan saling pengertian dan kesatuan pendapat serta meningkatkan volume kerja sama di antara bangsa-bangsa Asia Afrika dan bangsa-bangsa lainnya di dunia.  
   6. Melalui koleksi serta sarana dan prasarana yang dimilikinya, seperti : R. Kepala Museum, R. Administrasi, R. Perpustakaan, Souvenir Shop, R. Pameran, R. Koleksi, Gudang Koleksi, R. Pamer Temporer, Lobby, R. Audiovisual,  Mushola, dan MCK, pengelola Museum KAA, berupaya mewujudkan tekadnya dalam melayani pengunjung sebaik mungkin sesuai dengan harapannya datang ke museum.
   7. Dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika Tahun 2005 dan Peringatan 50 Tahun KAA tahun 1955 yang berlangsung pada tanggal 22-24 April 2005, tata pameran Museum KAA direnovasi atas prakarsa Menteri Luar Negeri RI Dr. N. Hasan Wirayuda. Penataan kembali museum tersebut dilaksanakan atas kerjasama  Departemen Luar negeri dengan Sekertariat Negara dan Pemerintah Provinsi jawa Barat. Sementara Perencanaan dan Pelaksanaan teknisnya dikerjakan oleh Vico Design dan Wika Realty.
 
Koleksi Museum
Koleksi Museum Asia Afrika berjumlah  4.000 buah.
Penataannya dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu :
 
a.      Koleksi benda-benda tiga dimensi :
 
    * Suasana Sidang Pembukaan Konferensi Asia Afrika di Gedung Merdeka 18 April 1955
    * Kursi rotan yang diduduki para delegasi ketika melakukan pertemuan untuk melobi dan mempererat persahabatan
    * Kamera, mesin tik, dan mesin teleks yang dipakai selama konferensi berlangsung
    * Terbitan prangko-prangko yang berhubungan dengan konferensi Asia Afrika
 
Gambar lainnya :
 

GUNUNG TANGKUBAN PERAHU BANDUNG


Di Jawa Barat tepatnya di Kabupaten Bandung terdapat sebuah tempat rekreasi yang sangat indah yaitu Gunung Tangkuban Perahu. Tangkuban Perahu artinya adalah perahu yang terbalik. Diberi nama seperti karena bentuknya memang menyerupai perahu yang terbalik. Konon menurut cerita rakyat Parahyangan gunung itu memang merupakan perahu yang terbalik. Berikut ini ceritanya.
Diceritakan bahwa Raja Sungging Perbangkara pergi berburu. Di tengah hutan Sang Raja membuang air seni yang tertampung dalam daun caring (keladi hutan). Seekor babi hutan betina bernama Wayungyang yang tengah bertapa ingin menjadi manusia meminum air seni tadi. Wayungyang hamil dan melahirkan seorang bayi cantik. Bayi cantik itu dibawa ke keraton oleh ayahnya dan diberi nama Dayang Sumbi alias Rarasati.
Dayang Sumbi sangat cantik dan cerdas, banyak
 
para raja yang meminangnya, tetapi seorang pun tidak ada yang diterima. Akhirnya para raja saling berperang di antara sesamanya. Galau hati Dayang Sumbi melihat kekacauan yang bersumber dari dirinya. Atas permitaannya sendiri Dayang Sumbi mengasingkan diri di sebuah bukit ditemani seekor anjing jantan yaitu Si Tumang. Ketika sedang asyik bertenun, toropong (torak) yang tengah digunakan bertenun kain terjatuh ke bawah. Dayang Sumbi karena merasa malas, terlontar ucapan tanpa dipikir dulu, dia berjanji siapa pun yang mengambilkan torak yang terjatuh bila berjenis kelamin laki-laki, akan dijadikan suaminya. Si Tumang mengambilkan torak dan diberikan kepada Dayang Sumbi.
Dayang Sumbi pun menikahi Si Tumang dan dikaruniai bayi laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Sangkuriang memiliki kekuatan sakti seperti ayahnya. Dalam masa pertumbuhannya, Sangkuring selalu ditemani bermain oleh Si Tumang yang yang dia ketahui hanya sebagai anjing yang setia, bukan sebagai ayahnya. Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda yang tampan, gagah perkasa dan sakti.
Pada suatu hari Sangkuriang berburu di dalam hutan disuruhnya Si Tumang untuk mengejar babi betina yang bernama Wayungyang. Karena si Tumang tidak menurut, Sangkuriang marah dan membunuh Si Tumang. Daging Si Tumang oleh Sangkuriang diberikan kepada Dayang Sumbi, lalu dimasak dan dimakannya. Setelah Dayang Sumbi mengetahui bahwa yang dimakannya adalah Si Tumang, kemarahannya pun memuncak serta merta kepala Sangkuriang dipukul dengan senduk yang terbuat dari tempurung kelapa sehingga luka dan diusirlah Sangkuriang.
Sangkuriang pergi mengembara mengelilingi dunia. Setelah sekian lama berjalan ke arah timur akhirnya sampailah di arah barat lagi dan tanpa sadar telah tiba kembali di tempat Dayang Sumbi, tempat ibunya berada. Sangkuriang tidak mengenal bahwa putri cantik yang ditemukannya adalah Dayang Sumbi – ibunya, begitu juga sebaliknya. Terjalinlah kisah kasih di antara kedua insan itu. Tanpa sengaja Dayang Sumbi mengetahui bahwa Sangkuriang adalah puteranya, dengan tanda luka di kepalanya.
Dayang Sumbi pun berusaha menjelaskan kesalahpahaman hubungan mereka. Walau demikian, Sangkuriang tetap memaksa untuk menikahinya. Dayang Sumbi meminta agar Sangkuriang membuatkan perahu dan telaga (danau) dalam waktu semalam dengan membendung sungai Citarum. Sangkuriang menyanggupinya.
Maka dibuatlah perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di arah timur, tunggul/pokok pohon itu berubah menjadi gunung ukit Tanggul. Rantingnya ditumpukkan di sebelah barat dan mejadi Gunung Burangrang. Dengan bantuan para guriang, bendungan pun hampir selesai dikerjakan. Tetapi Dayang Sumbi bermohon kepada Sang Hyang Tunggal agar maksud Sangkuriang tidak terwujud. Dayang Sumbi menebarkan irisan boeh rarang (kain putih hasil tenunannya), ketika itu pula fajar pun merekah di ufuk timur. Sangkuriang menjadi gusar, dipuncak kemarahannya, bendungan yang berada di Sanghyang Tikoro dijebolnya, sumbat aliran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur dan menjelma menjadi Gunung Manglayang. Air Talaga Bandung pun menjadi surut kembali. Perahu yang dikerjakan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berubah wujud menjadi Gunung Tangkuban Perahu.
Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang mendadak menghilang di Gunung Putri dan berubah menjadi setangkai unga jaksi. Adapun Sangkuriang setelah sampai di sebuah tempat yang disebut dengan Ujung berung akhirnya menghilang ke alam gaib (ngahiyang).

GEDUNG SATE BANDUNG


Pada awalnya tidak satu dua tamu Bandung tour dari Jacktour.com yang berfikir bahwa Gedung sate adalah gedung yang ada kaitannya dengan penjualan sate. Namun setelah diterangkan, Gedung sate adalah salah satu Icon Bandung dengan gedung yang dipuncak menara sentralnya ada ornamen sate, setelah mengetahui Gedung yang pernah ditulis sebagai bangunan terindah di Indonesia ini demikian, maka mereka pun tersenyum. Gedung Sate adalah Gedung Pemerintahan Propinsi Jawa Barat, tempat Sang Gubernur dan jajarannya bekerja.

LOKASI GEDUNG SATE

Di Bandung, menemukan Gedung Sate tidaklah terlalu sulit, apalagi jika anda ingin melawat dan mengambil kenangan foto di sekitar gedung ini. Mengingat, Gedung Sate terletak sangat dekat dengan tempat wisata di bandung yang cukup favorit bagi para pelancong, seperti Taman Lansia Bandung dan Musium Geologi Bandung persis di sebelah barat gedung ini.

Lalu Factory Outlets jalan Riau tidak jauh di belakangnya, dan Factory Outlets Jalan Dago tidak jauh di sebelah Timur gedung ini.

GEDUNG SATE BANGUNAN TERINDAH DI INDONESIA

Bangunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat ini dibangun pada tahun 27 Juli 1920 dan selesai 1924, masih pada zaman Hindia Belanda. Gedung sate yang merupakan bangunan monumental ini berdiri dengan anggun dengan gaya arsitektur unik mengarah kepada bentuk arsitektur Indo-Eropa. Dalam salah satu buku yang ditulis oleh D. Ruhl (1952) menyebutkan bahwa Gedung sate adalah bangunan terindah di Indonesia.

Disamping Gedung sate yang menawan ini, terdapat gedung untuk para pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, yang dibangun 1927.

Hampir dipastikan para tourist yang datang ke Bandung, baik lokal maupun luar negeri jarang yang tidak mengunjungi Gedung hasil penggabungan berbagai arsitektur Italia, Meru, dan Pagoda, Candi Borobudur, dan ciri khas Jawa Barat itu sendiri.


Gedung yang menghadap utara atau persis menghadap ke Gunung Tangkubang Perahu dan Monumen Perjuangan Jawa Barat ini, di depannya terdapat sebuah lapangan olah raga yang indah, yaitu Gasebu, yang terkenal dengan kegiatan Gasebu Sunday Morning activity-nya. Dibelakang gedung ini terdapat Taman Gedung Sate yang cukup luas dan membuat gedung itu terlihat semakin indah.

Minggu, 23 Juni 2013

SUNRISE DAN SUNSET PANTAI PANGANDARAN

Bagi sebagian wisatawan melihat indahnya matahari terbit atau Sunrise bisa menjadi hal sangat menakjubkan,hal ini di buktikan dengan ramainya wisatawan di Pantai Timur Pangandaran kala pagi menjelang,saat libur akhir pekan.Pantai yang juga termasuk ke dalam jajaran laut selatan Pulau Jawa ini, disebelah kiri terlihat pulau Nusakambangan,dan disebelah kanan berlatar belakang Cagar Alam Pananjung sungguh memberikan daya tarik tersendiri.

Selain melihat indahnya matahari terbit, menurut salah satu wisatawan yang sempat di temui mypangandaran, di Pantai Timur kita bisa mengabadikan moment-moment yang indah berlatar belakang Sunrise, bisa membeli oleh-oleh khas pangandaran, sampai makan-makan di restoran seafood.

Pantai timur sekarang lebih tertata, dipinggiran pantai banyak berdiri penginapan dan restoran yang khusus menjual masakan hasil tangkapan nelayan setempat.Dengan kondisi pantai yang sudah di dermaga seperti  sekarang ini, Pantai Timur layak di jadikan tujuan wisata selain Pantai Barat Pangandaran.
 
Sunrise :
 
Sunset :

PANTAI BATU KARAS PANGANDARAN


Sebagai salah satu surga bagi para peselancar, Pantai Batu Karas merupakan campuran dari pantai Batu Hiu dan Pantai Pangandaran. Pantai Batu Karas ini cocok untuk berenang dan berselancar, karena Pantai Batu Karas tidak hanya menawarkan air yang tenang tetapi juga gelombang yang menantang. Merupakan perpaduan yang cantik dan harmonis. Beberapa orang menyebutnya sebagai Bali kecil, karena menawarkan pengalaman yang sama tetapi sedikit tantangan. Terletak sekitar 40 kilometer atau satu jam perjalanan dari Pangandaran, Pantai Batu Karas berpasir hitam yang cantik ini merupakan tempat liburan yang sempurna karena suasananya yang sepi dibanding dengan Pangandaran atau bahkan Bali.

Pantai Batu Karas sudah populer di kalangan para peselancar, nasional dan internasional. Selain pantainya yang relatif datar, Pantai Batu Karas juga memiliki teluk kecil, sehingga peselancar tidak perlu mendayung terlalu jauh ke titik awal gelombang datang. Untuk pemula ada banyak tempat penyewaan perlengkapan berselancar sekaligus dengan instruktur yang berpengalaman yang dapat mengajarkan segala hal yang harus Anda ketahui tentang berselancar. Jadi, tidak peduli apakah Anda seorang peselancar profesional atau tidak pernah berselancar atau tidak sama sekali, Anda masih bisa mencoba menangkap gelombang Pantai Batu Karas yang indah.

Pantai Batu Karas tidak hanya bisa dinikmati dengan berselancar saja, tapi tempat dimana Anda bisa menikmati Jet Ski, banana boat dan naik kereta kuda di tepi pantai. Namun itu hanya beberapa contoh yang bisa Anda lakukan di Pantai Batu Karas ini. Bagi mereka yang suka berpetualang, Pantai Batu Karas menawarkan beberapa tempat yang cocok untuk berkemah dan hiking. Pantai Batu Karas adalah tempat liburan yang tepat bagi siapa pun. Berjalan di pantai saat matahari terbenam, menikmati kopi di "warung" di sore hari, menghabiskan hari dengan menonton anak-anak Anda membangun istana pasir di pantai atau hanya sekedar berjemur sambil bermandikan cahaya matahari.

CAGAR ALAM WISATA ALAM PANGANDARAN



Pananjung Pangandaran adalah semenanjung kecil yang terletak di pantai selatan Kabupaten Ciamis, di wilayah pariwisata Pangandaran.  Menurut sejarah pembentukannya, diduga Pananjung dulu merupakan sebuah pulau kecil, yang kemudian terhubung dengan daratan Pulau Jawa akibat proses sedimentasi pasir. Pananjung sekarang berstatus sebagai cagar alam. Dari tempat ini orang dapat menyaksikan keindahan terbit dan terbenamnya matahari.
            Pananjung adalah istilah orang penduduk lokal sebutan lain dari Pangandaran. Letak panajung membentuk teluk dan diapit pantai barat & pantai timur, diujung selatan ada cagar alam yang menghadap ke pantai laut lepas. terletak di daerah perbatasan prov JATENG & prov JABAR. Masuk wilayah Kab Ciamis JABAR Dari Pantai Barat Pangandaran, melihat ke samping kiri terhampar pantai pasir putih sementara di belakangnya terlihat kawasan Cagar Alam Pananjung sebagai kawasan konservasi flora dan fauna. Kita dapat naik perahu ke seberang sana atau memutar melalui jalan darat masuk ke cagar alam terlebih dahulu.  Mengambil jalan laut untuk menuju Pantai Pasir Putih. kita dapat melihat perahu-perahu yang membawa pengunjung mendarat di pantai indah ini.ke dalam kawasan konservasi Cagar Alam Pananjung. Konon kawasan seluas 530 hektar ini memiliki kekayaan bunga Raflesia Padma, Banteng, Rusa dan berbagai jenis Kera. Masuk ke dalam kawasan ini, dapat merasakan berada di dalam hutan yang masih cukup alami  Di dalam kawasan konservasi, menjumpai banyak kera di jalan dan di pohon. sampai bagian ujung yaitu dekat dengan Gua Jepang. di sekitar gua sangat ramai pengunjung dan pedagang yang menjajakan barang-barang seni kerajinan hasil pantai. Objek wisata ini merupakan satu-satunya objek wisata hutan yang ada di Pangandaran, Kabupaten Ciamis. Keadaan topografi sebagian besar landai dan di beberapa tempat terdapat tonjolan bukit kapur yang terjal.
            TWA Pangandaran memiliki kekayaan sumber daya hayati berupa flora dan fauna serta keindahan alam. Hutan sekunder yang berumur 50-60 tahun dengan jenis dominan antara lain laban, kisegel, merong , dan sebagainya. Juga terdapat beberapa jenis pohon peninggalan hutan primer seperti pohpohan kondang, dan benda . Hutan pantai hanya terdapat di bagian timur dan barat kawasan, ditumbuhi pohon formasi Barringtonia, seperti butun, ketapang.

            Dengan berbagai ragam flora, kawasan TWA Pangandaran merupakan habitat yang cocok bagi kehidupan satwa-satwa liar, antara lain tando, monyet ekor panjang , lutung , kalong , banteng, rusa, dan landak. Sedangkan jenis burung antara lain burung cangehgar, tlungtumpuk, cipeuw , dan jogjog. Jenis reptilia adalah biawak , tokek, dan beberapa jenis ular, antara lain ular pucuk.

Banyaknya flora dan fauna yang berkembang biak di sana merupakan daya tarik tersendiri. Tidak heran jika TWA Pangadaran tidak pernah sepi dari kunjungan para wisatawan. Selain itu, TWA ini mempunyai berbagai daya tarik lainnya, seperti Batu Kalde, salah satu peninggalan sejarah zaman Hindu. Selain itu, banyak terdapat gua alam dan gua buatan seperti Gua Panggung, Gua Parat, Gua Lanang, Gua Sumur Mudal, dan gua-gua peninggalan Jepang.

Daya tarik lainnya yang berada di TWA, baik yang berada di kawasan cagar alam darat maupun cagar alam laut, adalah Batu Layar, Cirengganis, Pantai Pasirputih di kawasan cagar alam laut. Lalu, padang pengembalaan Cikamal, yang merupakan areal padang rumput dan semak seluas 20 ha sebagai habitat banteng dan rusa. Air terjun yang berada di kawasan cagar alam bagian selatan, dapat ditempuh dengan jalan kaki selama 2 jam melalui jalan setapak.

Sejarah kawasan
Pada tahun 1922, seorang Belanda bernama Eyken membeli tanah pertanian di pananjung Pangandaran, kemudian memindahkan penduduk yang tinggal di daerah yang sekarang menjadi taman wisata alam. Selanjutnya daerah tersebut dikelola sebagai daerah perburuan pada tahun 1931.

Pada tahun 1934, daerah tersebut diresmikan menjadi sebuah wildreservaat . Tetapi dengan ditemukannya jenis-jenis tumbuhan penting, termasuk Raflesia patma pada tahun 1961, membuat statusnya diubah menjadi cagar alam, dengan , karena adanya potensi yang dapat mendukung pengembangan pariwisata alam, sebagian wilayah cagar alam yang berbatasan dengan areal permukiman statusnya diubah menjadi taman wisata alam. Tahun 1990 dikukuhkan pula kawasan perairan di sekitar cagar alam laut (470 ha), sehingga luas kawasan perairan di sekitar Pangandaran seluruhnya menjadi 1.500 ha.

TWA Pangandaran mempunyai banyak legenda, seperti legenda Gua Parat. Gua ini dulu tempat bertapa dan bersemedi beberapa pangeran dari Mesir, yaitu Pangeran Kesepuluh (Syekh Ahmad), Pangeran Kanoman (Syekh Muhammad), Pangeran Maja Agung, dan Pangeran Raja Sumenda. Di dalam gua ini terdapat dua kuburan sebagai tanda bahwa di tempat inilah Syekh Ahmad dan Muhamad menghilang (tilem).

Gua Panggung
Menurut cerita, yang berdiam digua ini adalah Embah Jaga Lautan atau disebut pula Kiai Pancing . Beliau merupakan anak angkat dari Dewi Loro Kidul dan ibunya menugaskan untuk menjaga lautan di daerah Jabar dan menjaga pantai Indonesia pada umumnya. Oleh karena itu, beliau disebut Embah Jaga Lautan.


Gua Lanang
Gua ini dulunya merupakan keraton pertama Kerajaan Galuh. Sedangkan keraton yang kedua terdapat di Karang Kamulyan Ciamis. Raja Galuh adalah laki-laki (lanang) yang sedang berkelana.


Batu Kalde atau Sapi Gumarang
Di tempat ini, menurut cerita, tinggal seorang sakti yang dapat menjelma menjadi seekor sapi yang gagah berani dan sakti. Sapi Gumarang adalah nakhoda kapal.


Cirengganis
Cerita ini berawal dari adanya sebuah pemandian berupa sungai kepunyaan seorang raja bernama Raja Mantri. Pada suatu hari, Raja Mantri pergi untuk melihat-lihat pemandiannya.
 Kebetulan waktu itu Dewi Rangganis dan para inangnya sedang mandi. Karena terdorong oleh perasaan hatinya, Raja Mantri mengambil pakaian Dewi Rangganis. Karena kesal, Dewi Rangganis kemudian berkata, barang siapa menemukan bajunya, bila perempuan akan dijadikan saudara dan bila laki-laki akan dijadikan suami.


Kawasan Konservasi Sumber Daya Alam Pangandaran semula merupakan tempat perladangan penduduk. Tahun 1922, ketika Y. Eycken menjabat Residen Priangan, diusulkan menjadi Taman Buru. Pada waktu itu dilepaskan seekor Banteng, 3 ekor Sapi Betina dan beberapa ekor rusa. Karena memiliki keanekaragam satwa yang unik dan khas serta perlu dijaga habitat dan kelangsungan hidupnya maka pada tahun 1934, status kawasan tersebut diubah menjadi Suaka Margasatwa dengan luas 530 ha.

Tahun 1961, setelah ditemukan bunga Raflesia Fatma yang langka, statusnya diubah lagi menjadi Cagar Alam. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan tempat rekreasi, maka pada tahun 1978, sebagian kawasan tersebut (37,70 ha) dijadikan Taman Wisata. Pada tahun 1990 dikukuhkan kawasan perairan di sekitarnya sebagai Cagar Alam Laut (470 ha), sehingga luas seluruhnya menjadi 1.000 ha.
Dalam perkembangan selanjutnya, Kegiatan wisata yang dapat dilakukan di kawasan konservasi Pangandaran dan sekitarnya adalah: lintas alam, bersepeda, berenang, bersampan, scuba diving, snorking dan melihat peninggalan sejarah.

Cagar alam seluar ± 530 hektar, yang diantaranya termasuk wisata seluas 37,70 hektar. Memiliki berbagai flora dan fauna langka seperti Bunga Raflesia Padma, Banteng, Rusa dan berbagai jenis Kera. Selain itu, terdapat pula gua-gua alam dan gua buatan seperti: Gua Panggung, Gua Parat, Gua Sumur Mudal, Gua Lanang, gua Jepang serta sumber air Rengganis dan Pantai Pasir Putih dengan Taman Lautnya. Untuk Taman Wisata Alam (TWA) dikelola Perum Perhutani Ciamis.

Rabu, 19 Juni 2013

GREEN CANYON PANGANDARAN

 
GREEN CANYON Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat Indonesia. Green Canyon Pangandaran berlokasi di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat-Indonesia. GREEN Canyon berjarak sekitar 32km dari Pangandaran dan lebih populer dengan nama Green Canyon Pangandaran karena jaraknya yang dekat dari Pangandaran hanya sekitar 1 jam 30 menit, perjalanan bisa sampai di Pintu Masuk Green Canyon Pangandaran. ROUTE Jalan menuju Green Canyon dari Pangandaran lumayan baik sekitar 80%beraspal mulus dan 20% berlubang dan rusak, ada sebagian tikungan, menanjak, menurun dan sempit sekitar 10% sehingga jika menggunakan bis besar harus extra hati-hati karena terdapat beberapa tikungan tajam dan sempit. Green Canyon adalah obyek wisata dari aliran sungai Cijulang, penduduk sekitar menyebutnya Cukang Taneuh. Sejarah Green Canyon yang berubah nama dari cukang taneuh menjadi green canyon karena memiliki kemiripan dengan Green Canyon di Amerika.

Keindahan Green Canyon adalah merupakan aliran SUNGAI bening berair jernih terutama saat musim kemarau, sungainya lebar dan panjang, dinding bebatuan cadas disisi kiri dan kanan dengan ngarai indah, stalagit, stalagmit dan Keindahan dan kesejukan alam sekitar aliran sungai Green Canyon.

Pesona Green Canyon merupakan tempat wisata yang mempesona dengan banyaknya pesona keindahan yang bisa dinikmati, pesona air sungai nan jernih, pesona ngarai dinding sungai, batu payung yang menawan, pesona stalagmit dan stalagit beraneka bentuk dan pesona pemandian Putri merupakan air yang keluar dari langit-langit gua menyerupai hujan dan tidak pernah berhenti walapun musim kemarau dan dipercaya bisa membuat awet muda sering di sebut air hujan abadi.

Keunikan Green Canyon adalah merupakan tempat wisata dengan dua nama yaitu Green Canyon dan Cukang Taneuh, dan merupakan tempat wisata cepat populer hingga ke mancanegara / Luar Negeri. Keunikan green Canyon lainnya yaitu bisa menyusuri keindahan sungai dengan berperahu, dipenghujung perjalanan bisa berenang, menikmati snorkeling, bodyrafting atau terjun bebas dari sebuah batu dengan ketinggian sekitar 5m lalu menceburkan diri ke air sungai green canyon yang sejuk dan jernih.

Di green Canyon bisa menikmati, wisata dengan perahu (ketingting) menyusuri keindahan sungai cijulang, berenang, snorkeling, bodyrafting, berenang, meloncat dan menceburkan diri sebagai penguji andrenalin, menikmati guyuran sejuknya air hujan Pemandian Putri, menikmati keindahan aneka stalagmit dan stalagit, menikmati panorama alam, kesejukan dan keasrian sekitar aliran sungai Cijulang (sungai green canyon) sepanjang perjalanan wisata Green Canyon.

PERJALANAN dari Pangandaran menuju Green Canyon, bisa menggunakan kendaraan pribadi dan angkutan umum dari Terminal Pangandaran sampai ke depan Pintu Masuk Green Canyon Pangandaran, atau menyewa Motor di Sekitar Pantai Pangandaran. Dari Pintu Masuk green Canyon bisa menyewa ketingting atau perahu untuk menyusuri keindahan alam dan menyusuri pesona Green Canyon dengan banyak aktifitas wisata bisa dinikmati.

Hotel di Green Canyon Pangandaran bisa di jumpai di Sekitar Pantai Batu Karas dengan tarif berfariasi atau bisa menginap di Pantai Pangandaran dengan lebih banyak pilihan hotel tempat menginap.
Aneka Rumah Makan di Green Canyon dengan aneka masakan seafood juga masakan ikan bakar air tawar juga banyak terdapat di Green Canyon.