Perahu Wisata Pantai Marina Semarang
Rabu, 17 Juli 2013
LAWANG SEWU SEMARANG
Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebutWilhelminaplein.
Masyarakat setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu) dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela yang tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu (lawang).
Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawanKempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi.
Saat ini bangunan tua tersebut telah mengalami tahap konservasi dan revitalisasi yang dilakukan oleh Unit Pelestarian benda dan bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero
Lawang Sewu adalah salah satu bangunan bersejarah yang dibangun oleh pemerintahan kolonial Belanda, pada 27 Februari 1904. Awalnya bangunan tersebut didirikan untuk digunakan sebagai Het Hoofdkantoor van de Nederlansch Indische Spoorweg Maatscappij (NIS) atau Kantor Pusat Perusahan Kereta Api Swasta NIS. Sebelumnya kegiatan administrasi perkantoran NIS dilakukan di Stasiun Samarang NIS. Namun pertumbuhan jaringan perkeretaapian yang cukup pesat, dengan sendirinya membutuhkan penambahan jumlah personel teknis dan bagian administrasi yang tidak sedikit seiring dengan meningkatnya aktivitas perkantoran. Salah satu akibatnya kantor pengelola di Stasiun Samarang NIS menjadi tidak lagi memadai. NIS pun menyewa beberapa bangunan milik perseorangan sebagai jalan keluar sementara. Namun hal tersebut dirasa tidak efisien. Belum lagi dengan keberadaan lokasi Stasiun Samarang NIS yang terletak di kawasan rawa-rawa hingga urusan sanitasi dan kesehatan pun menjadi pertimbangan penting. Kemudian diputuskan untuk membangun kantor administrasi di lokasi baru. Pilihan jatuh ke lahan yang pada masa itu berada di pinggir kota berdekatan dengan kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (sekarang Jalan Pemuda), di sudut pertemuan Bodjongweg dan Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal). NIS mempercayakan rancangan gedung kantor pusat NIS di Semarang kepada Prof. Jacob F. Klinkhamer (TH Delft) dan B.J. Ouendag, arsitek yang berdomisili di Amsterdam. Seluruh proses perancangan dilakukan di Negeri Belanda, baru kemudian gambar-gambar dibawa ke kota Semarang. Melihat dari cetak biru Lawang Sewu tertulis bahwa site plan dan denah bangunan ini telah digambar di Amsterdam pada tahun 1903. Begitu pula kelengkapan gambar kerjanya dibuat dan ditandatangi di Amsterdam tahun 1903.
MASJID AGUNG JAWA TENGAH
Masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 hingga selesai secara keseluruhan pada tahun 2006. Masjid ini berdiri di atas lahan 10 hektar. Masjid Agung diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006. Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) merupakan masjid provinsi bagi provinsi Jawa Tengah.Keberadaan bangunan masjid ini tak lepas dari Masjid Besar Kauman Semarang. Pembangunan MAJT berawal dari kembalinya tanah banda (harta) wakaf milik Masjid Besar Kauman Semarang yang telah sekian lama tak tentu rimbanya. Raibnya banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang berawal dari proses tukar guling tanah wakaf Masjid Kauman seluas 119.127 ha yang dikelola oleh BKM (Badan Kesejahteraan Masjid) bentukan Bidang Urusan Agama Depag Jawa Tengah. Dengan alasan tanah itu tidak produktif, oleh BKM tanah itu di tukar guling dengan tanah seluas 250 ha di Demak lewat PT. Sambirejo. Kemudian berpindah tangan ke PT. Tensindo milik Tjipto Siswoyo.
Hasil perjuangan banyak pihak untuk mengembalikan banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang itu ahirnya berbuah manis setelah melalui perjuangan panjang. MAJT sendiri dibangun di atas salah satu petak tanah banda wakaf Masjid Besar Kauman Semarang yang telah kembali tersebut.
Pada tanggal 6 juni 2001 Gubernur Jawa Tengah membentuk Tim Koordinasi Pembangunan Masjid Agung Jawa Tengah untuk menangani masalah-masalah baik yang mendasar maupun teknis. Berkat niat yang luhur dan silaturahmi yang erat, dalam waktu kerja yang amat singkat keputusan-keputusan pokok sudah dapat ditentukan : status tanah, persetujuan pembiayaan dari APBD oleh DPRD Jawa Tengah, serta pemiilhan lahan tapak dan program ruang.
Kemudian pembangunan masjid tersebut dimulai pada hari Jumat, 6 September 2002 yang ditandai dengan pemasangan tiang pancang perdana yang dilakukan Menteri Agama Ri, Prof. Dr. H. Said Agil Husen al-Munawar, KH. MA Sahal Mahfudz dan Gubernur Jawa Tengah, H. Mardiyanto. Pemasangan tiang pancang pertama tersebut juga dihadiri oleh tujuh duta besar dari Negara-negara sahabat, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Mesir, Palestina, dan Abu Dabi. Dengan demikian mata dan perhatian dunia internasional pun mendukung dibangunnya Masjid Agung Jawa Tengah tersebut.
MAJT diresmikan pada tanggal 14 November 2006 oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Masjid dengan luas areal tanah 10 Hektar dan luas bangunan induk untuk shalat 7.669 meter persegi secara keseluruhan pembangunan Masjid ini menelan biaya sebesar Rp 198.692.340.000.
Meskipun baru diresmikan pada tanggal 14 Nopember 2006, namun masjid ini telah difungsikan untuk ibadah jauh sebelum tanggal tersebut. Masjid megah ini telah digunakan ibadah shalat jum’at untuk pertama kalinya pada tanggal 19 Maret 2004 dengan Khatib Drs. H. M. Chabib Thoha, MA, (Kakanwil Depag Jawa Tengah)
KLENTENG SAM PO KONG SEMARANG
Kelenteng yang terletak di Semarang ibukota Jawa Tengah ini merupakan tempat pemujaan pada seorang Laksamana Dinasti Ming (1368-1643) dalam masa pemerintahan Kaisar Yung Lo, yang diutus menjadi duta kaisar ke Nusantara tepatnya ke pulau Jawa, dan mendarat di pantai Semarang pada tahun 1401.
Bangunan inti dari Kelenteng ini adalah sebuah gua batu dan merupakan tempat utama dari lokasi ini. Gua batu ini dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Hoo beserta anak buahnya saat berkunjung ke Pulau Jawa. Didalamnya, pengunjung bisa melihat patung yang dipercaya sabagai patung Sam Poo Tay Djien.
Pengunjung juga sering melakukan ciamshie untuk dapat melihat suatu keberuntungan peziarah di masa depan. Untuk melakukannya peziarah membakar hio/dupa dalam gua batu dan melemparkan kepingan didepan altar sembahyang yang ditandai dengan "Im" dan "Yang". Bila hasil lemparan tersebut salah satu keping terbuka dan satunya lagi tertutup, maka dipercaya akan memperoleh keberuntungan. Hal lain, peziarah dapat melemparkan sekumpulan batang bambu secara acak dan apabila terdapat batang bambu yang jatuh di hadapan altar sembahyang, maka batang bambu tersebut tinggal diserahkan kepada petugas. Nantinya, petugas/juru kunci akan mengambil selembar kertas yang bernomor 1 sampai dengan 28 disesuaikan dengan batang bambu yang jatuh. Kertas tersebut berisi syair-syair dengan maknanya akan diterjemahkan oleh jurukunci tersebut yang merupakan bagian dari peruntungan nasib kita di masa depan.
Dilokasi ini juga bisa dijumpai altar dan makam orang-orang kepercayaan Laksamana Cheng Hoo saat di Jawa, yang sering pula dikunjungi pengunjung untuk berziarah. Pemberian nama bangunan/gedung tersebut cukup unik mengingat pemberian nama didasarkan pada benda yang berasal dari kapal tersebut. Sebagai contoh, Mbah Kiai Cundrik Bumi merupakan tempat segala jenis persenjataan yang digunakan untuk mempersenjatai awak kapal. Kiai/Nyai Tumpeng berkaitan dengan urusan makanan di kapal dan Kiai Djangkar tempat meletakkan jangkar kapal.
Sedangkan Mbah Djurumudi diduga/dipercaya sebagai makam dari jurumudi kapal. Dalam bangunan tersebut dihiasai dengan berbagai lukisan dan patung-patung yang menggambarkan perjalanan Cheng Hoo sampai ke Jawa termasuk pula di permukaan dua pilar bangunan utama.
Kelenteng Sam Poo Kong ini telah terkenal hingga ke mancanegara. Bahkan kabarnya merupakan tempat yang telah ditetapkan oleh pemerintah Cina sebagai tujuan wisata bagi pelancong asal Cina. Uniknya tujuan wisata ini kebanyakan oleh warga Cina yang beragama muslim dan/atau bernuansa budaya Islam, bukan nuansa budaya Cina yang lekat dengan dupa dan lilin. Hal ini disebabkan warga muslin Cina dari propinsi Yunan sangat akrab dan mengenal baik serta menyakini bahwa Laksamana Cheng Hoo sebagai panglima perang utusan Cina keturunan Persia yang memiliki latar belakang Islam. Dari kenyataan itulah keberadaan Gedong Batu menunjukkan hubungan erat antar bangsa Asia pada waktu lampau maupun hingga saat ini, dan ini sangat jelas tertulis dalam prasasti yang ada di kompleks Kelenteng.
Bangunan inti dari Kelenteng ini adalah sebuah gua batu dan merupakan tempat utama dari lokasi ini. Gua batu ini dipercaya sebagai tempat awal mendarat dan markas Laksamana Cheng Hoo beserta anak buahnya saat berkunjung ke Pulau Jawa. Didalamnya, pengunjung bisa melihat patung yang dipercaya sabagai patung Sam Poo Tay Djien.
Pengunjung juga sering melakukan ciamshie untuk dapat melihat suatu keberuntungan peziarah di masa depan. Untuk melakukannya peziarah membakar hio/dupa dalam gua batu dan melemparkan kepingan didepan altar sembahyang yang ditandai dengan "Im" dan "Yang". Bila hasil lemparan tersebut salah satu keping terbuka dan satunya lagi tertutup, maka dipercaya akan memperoleh keberuntungan. Hal lain, peziarah dapat melemparkan sekumpulan batang bambu secara acak dan apabila terdapat batang bambu yang jatuh di hadapan altar sembahyang, maka batang bambu tersebut tinggal diserahkan kepada petugas. Nantinya, petugas/juru kunci akan mengambil selembar kertas yang bernomor 1 sampai dengan 28 disesuaikan dengan batang bambu yang jatuh. Kertas tersebut berisi syair-syair dengan maknanya akan diterjemahkan oleh jurukunci tersebut yang merupakan bagian dari peruntungan nasib kita di masa depan.
Dilokasi ini juga bisa dijumpai altar dan makam orang-orang kepercayaan Laksamana Cheng Hoo saat di Jawa, yang sering pula dikunjungi pengunjung untuk berziarah. Pemberian nama bangunan/gedung tersebut cukup unik mengingat pemberian nama didasarkan pada benda yang berasal dari kapal tersebut. Sebagai contoh, Mbah Kiai Cundrik Bumi merupakan tempat segala jenis persenjataan yang digunakan untuk mempersenjatai awak kapal. Kiai/Nyai Tumpeng berkaitan dengan urusan makanan di kapal dan Kiai Djangkar tempat meletakkan jangkar kapal.
Sedangkan Mbah Djurumudi diduga/dipercaya sebagai makam dari jurumudi kapal. Dalam bangunan tersebut dihiasai dengan berbagai lukisan dan patung-patung yang menggambarkan perjalanan Cheng Hoo sampai ke Jawa termasuk pula di permukaan dua pilar bangunan utama.
Kelenteng Sam Poo Kong ini telah terkenal hingga ke mancanegara. Bahkan kabarnya merupakan tempat yang telah ditetapkan oleh pemerintah Cina sebagai tujuan wisata bagi pelancong asal Cina. Uniknya tujuan wisata ini kebanyakan oleh warga Cina yang beragama muslim dan/atau bernuansa budaya Islam, bukan nuansa budaya Cina yang lekat dengan dupa dan lilin. Hal ini disebabkan warga muslin Cina dari propinsi Yunan sangat akrab dan mengenal baik serta menyakini bahwa Laksamana Cheng Hoo sebagai panglima perang utusan Cina keturunan Persia yang memiliki latar belakang Islam. Dari kenyataan itulah keberadaan Gedong Batu menunjukkan hubungan erat antar bangsa Asia pada waktu lampau maupun hingga saat ini, dan ini sangat jelas tertulis dalam prasasti yang ada di kompleks Kelenteng.
Selasa, 16 Juli 2013
ARUNG JERAM SUNGAI SERAYU BANJARNEGARA
Jika Anda belum pernah mencoba arung jeram, maka saat ini adalah waktu yang tepat untuk mencobanya, atau Anda tidak akan pernah merasakan besarnya manfaat yang terbukti mampu mengembangkan potensi diri. Bahkan, saat ini di beberapa perusahaan, untuk mengoptimalkan kinerja karyawan agar perusahaan mampu bersaing dengan yang lainnya tidak hanya menyekolahkan mereka ke dalam training dan seminar pengembangan diri. Tapi juga bermain arung jeram. Ada apa dengan arung jeram, sampai petinggi perusahaan melakukan langkah ini? berikut ulasannya.... Arung jeram selain sebagai olahraga yang akan memberikan manfaat kesehatan secara fisik ternyata juga mampu meningkatkan mental seseorang. Bahkan manfaat secara mental jauh lebih besar dari manfaat kesehatan fisik. Dengan berarung jeram, kita seperti di ajak melupakan rutinitas yang membosankan. Ingat dalam psikologi, meluangkan waktu dari sesuatu yang monoton walau sedikit bisa menyegarkan kembali pikiran kita. Sehingga kita bisa membunuh tekanan kerja yang sehari-hari memacu kita untuk terus menampilkan performance terbaik kita. Kondisi alam yang menenangkan saat pengarungan, akan membuat kita berpikir jika dunia ini sangat indah, dan penuh kedamaian. Hidup tidak selayaknya hanya mengejar materi, tapi juga menikmati keindahan yang di tawarkan oleh Sang Pencipta melalui karyaNya yang luar biasa. Melalui arung jeram, akan terungkap sisi dunia yang tersembunyi dan cantik. Temukan momen ini disana. Juga, saat arus liar menghadang sepanjang pengarungan, membuat kita harus selalu waspada menghadapi segala kemungkinan. Arungilah saja, tanpa rasa takut. Tumbuhkan sikap berani dalam bertindak. Tentunya juga memperhatikan momen yang tepat. Saat seseorang berarung jeram, sebenarnya olahraga ini sedang membuka pintu semua potensi yang melekat pada diri manusia. Hal ini yang di inginkan petinggi perusahaan agar karyawan mampu mengerahkan potensinya dengan penuh percaya diri. Arung jeram merupakan kegiatan kelompok bukan kerja individu. Saat berarung jeram nanti Anda akan dituntut memiliki kesadaran untuk bekerjasama dengan orang lain. Saling percaya jika semua ikut terlibat, bukan karena kemampuan seseorang yang menonjol. Di harapkan karyawan nanti memiliki kesadaran ini sehingga dalam dunia kerja, mereka saling memiliki kepercayaan antar divisi dan bekerjasama melupakan ambisi pribadi. Kegembiraan psikis tidak berakhir ketika perjalanan sudah selesai. Studi telah membuktikan bahwa berpikir atau berbicara tentang peristiwa dari suatu kegiatan petualangan seperti arung jeram sungai menciptakan efek yang sama seperti melakukan kegiatan itu sendiri. Dengan kata lain, setelah perjalanan berakhir dan 'kehidupan nyata' mulai lagi, pikiran tentang wisata akhir pekan yang menyenangkan akan terus membawa manfaat menghilangkan stres yang sama seperti yang terjadi ketika Anda sedang berada di sana. Setiap mengenang sesuatu perjalanan yang pernah kita lakukan sebelumnya dengan membicarakan secara menggebu-gebu ke teman kerja, keluarga, maupun orang yang baru kita kenal, justru akan meningkatkan kesehatan psikologis seseorang dalam waktu yang lama. So, cobalah berarung jeram sekarang juga untuk mendapatkan perjalanan yang menyenangkan dan nantinya akan Anda kenang. Percayalah!
SERAYU PARK BANJARNEGARA
![]() |
| Bagian depan gedung Serayu Park |
Selain menyajikan berbagai panorama alam yang dikembangkan menjadi obyek pariwisata, Banjarnegara kini tampil dengan pilihan baru wisata buatan (artificial object) bertakjuk “Serayu Park”. Berlokasikan di jalan Selamanik, 350 meter dari komplek wisata Seruan Eling Banyumas (Serulingmas) sebagai taman rekreasi satwa, Serayu Park menyediakan berbagai fasilitas tambahan dan lengkap untuk pengunjung seperti Omah Alam Resort, Bumbu Alam Resto & Coffee Bar, Waterboom dan Family Karaokeyang dibangun dalam 1 area.
Didesain dengan konsep megah, unik dan inspiratif, Serayu Park hadir ditengah masyarakat Banjarnegara dan Banyumas pada Mei 2012. “Kalau yang sudah berjalan selama 4 bulan ini baru Resto dan karaoke saja. Untuk keseluruhannya tanggal 15 September semua kita Insayallah bakal siap,” ungkap Arif, koordinator keamanan Serayu Park asal kota Solo pada Senin (20/8).
Menampilkan ornamen alam yang menjadi kesatuan dengan lokasi sekitar wisata yakni sungai Serayu seakan menjadi ikon bagi Serayu Park dalam mengoptimalkan promo pemasaran. Menempati lahan seluas 1 hektar di kawasan Perum Prima Mandiri ini juga dirasa cukup strategis dan mudah dalam masalah akses menuju lokasi. Ada 2 jalur yang dapat dilalui, yang pertama dari jalan Gotong Royong, barat RSUD Banjarnegara dan simpang empat jalan semampir, arah utara.
“Fasilitasnya oke. Pelayanan, suasana, dan tampilan gedungnya memang kalau untuk di Banjarnegara sendiri termasuk hitungan kategori mewah ya. Cuma dibelakang resto yang untuk waterboom itu memang belum jadi kan, jadinya masih keliatan berantakan,” papar Risa, salah seorang pengunjungyang baru menikmati fasilitas karaoke (20/8). (Irawan Sapto Ody)
SURYA YUDHA PARK
Mau tahu, water park terbesar di Jawa Tengah? Anda bisa datang ke Surya Yudha Water Park. Destinasi yang berada di Jalan Raya Rejasa, Banjarnegara, Jateng ini termasuk dalam water park dengan fasilitas pendukung yang lengkap.
Menurut Marketing Surya Yudha Park, Adit, saat detikTravel hubungi (12/9), Surya Yudha Park menjadi water park terbesar di Jawa Tengah. Besarnya water park dilihat melalui luas wilayah yang digunakan.
"Ya, ini memang jadi water park terbesar di Jawa Tengah. Ini bisa dilihat dari luas wilayah yang digunakan. Surya Yudha Water Park memiliki luas sekitar 2 hektar, termasuk hotel, sport center, karaoke, dan arung jeram," ujarnya.
Seperti water park pada umumnya, Surya Yudha Park juga dilengkapi dengan enam kolam seru, seperti kolam ombak tsunami dan kolam arus yang paling banyak digemari wisatawan. Selain itu, juga ada beragam bentuk waterslide dan wahana air, seperti ember tumpah dan kolam terapi ikan.
Untuk masuk ke dalam destinasi ini, wisatawan hanya perlu membayar tiket seharga Rp 20.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak. Harga ini juga berlaku selama hari libur dan akhir pekan. Namun untuk menikmati fasilitas lain seperti arung jeram dan karaoke, wisatawan juga akan dikenakan biaya tambahan.
Menurut Marketing Surya Yudha Park, Adit, saat detikTravel hubungi (12/9), Surya Yudha Park menjadi water park terbesar di Jawa Tengah. Besarnya water park dilihat melalui luas wilayah yang digunakan.
"Ya, ini memang jadi water park terbesar di Jawa Tengah. Ini bisa dilihat dari luas wilayah yang digunakan. Surya Yudha Water Park memiliki luas sekitar 2 hektar, termasuk hotel, sport center, karaoke, dan arung jeram," ujarnya.
Seperti water park pada umumnya, Surya Yudha Park juga dilengkapi dengan enam kolam seru, seperti kolam ombak tsunami dan kolam arus yang paling banyak digemari wisatawan. Selain itu, juga ada beragam bentuk waterslide dan wahana air, seperti ember tumpah dan kolam terapi ikan.
Untuk masuk ke dalam destinasi ini, wisatawan hanya perlu membayar tiket seharga Rp 20.000 untuk dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak. Harga ini juga berlaku selama hari libur dan akhir pekan. Namun untuk menikmati fasilitas lain seperti arung jeram dan karaoke, wisatawan juga akan dikenakan biaya tambahan.
Langganan:
Postingan (Atom)





